Infonitas > Feature >

Proyek Infrastruktur Kelapa Gading Tuai Keluhan Warga

Senin, 26 Februari 2018 | 20:45 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Muhammad Azzam

Jalanan berlubang dan tergenang di Kelapa Gading
Foto : Muhammad Azzam

Saat ini, Kelapa Gading tengah ada pengerjaan proyek infrastruktur yakni LRT dan Tol Dalam Kota Sesi A Samanan- Pulogebang yang akibatkan tuai keluhan warga.

 

KELAPA GADING - Proyek Light Rail Transit (LRT) fase I Kelapa Gading-Velodrome dalam tahap pembangunan jalur layang meresahkan warga setempat. Terutama bagi pelaku bisnis. Begitu pula dengan pengerjaan 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Sesi A Samanan- Pulogebang yang melintas Jalan Boulevard Barat hingga Pegangsaan Dua.

Salah satunya Eva Christine Luisa, warga Apartemen Gading Mediterania Kelapa Gading Barat, mengeluhkan kemacetan selama proses pembangunan kedua proyek tersebut. Namun dia yakin ke depannya akan membawa efek positif bagi warga Kelapa Gading.

"Kita sebagai warga akan senang dengan adanya fasilitas tersebut cuman sekarang kan prosesnya ini yang bikin macet karena belum lihat hasilnya ya jadi ngomel-ngomel. Tapi kalau ke depannya, saya jamin akan teratur dengan rapih dan baik buat kita yang enggak bawa mobil, misal mau ke bandara atau kemanapun dengan mudah ada tambahan moda transportasi itu,"ungkapnya beberapa waktu lalu kepada infonitas.com.

Harga Properti Semakin Menggeliat

Menurut Ali Tranghada, Indonesian Property Watch (IPW), pangsa pasar ruko di Kelapa Gading masih cukup dominan dibandingkan ruko di kawasan Sunter. Pasalnya Kelapa Gading ke depannya akan dibangun LRT dan Tol Dalam Kota ruas Samanan-Pulogebang.“Semacam LRT dan segala macamnya mempengaruhi tinggi harganya. Kenaikan semester I kecil masih seperti itu. semester II stagnan. Asumsi Pilpres selesai dengan aman kira-kira bisa naiknya kencang sekitar 10-15 persen lah. 2019 2020 lah ya,” ungkap Ali.

Sebagai informasi, harga ruko Kelapa Gading saat ini cukup bervariasi. Ruko yang disewakan biasanya dipatok dengan harga antara Rp 80 juta hingga Rp 600 jutaan. Sedangkan ruko yang dijual di kawasan Kelapa Gading saat ini dihargai antara Rp 2,6 miliar hingga Rp 75 miliar. Ruko dengan harga Rp 75 miliar biasanya terdiri dari berapa unit sekaligus atau yang biasa disebut ruko gandeng. Jika semakin strategis lokasinya dan semakin luas bangunannya, maka harga ruko yang dijual bisa semakin mahal.

Selain ruko, permintaan hunian vertikal seperti apartemen diprediksi akan meningkat tahun 2018 ini. Penjualan properti tahun 2018 diperkirakan akan meningkat sekitar 8% pada semester I 2018, sedangkan pada semester II 2018 akan kembali stagnan.

Tren investasi untuk 2018 nantinya juga lebih mengarah ke apartemen. Hal ini disebabkan karena terbatasnya lahan yang tersedia di Provinsi DKI Jakarta. Wilayah yang menjadi sasaran investor atau pengembangan diperkirakan berada di kawasan yang dilewati oleh jalur Light Rail Transit (LRT) seperti Kelapa Gading menuju Bekasi.

Pelaku Usaha Resah dan Gelisah

Bagi pengusaha kuliner seperti Angke Restaurant di Jalan Boulevard Barat Kelapa Gading mengeluh adanya proyek tersebut. "Sejak adanya proyek usaha kuliner kami turun, turun sedikit tapi tidak sampai rugi,"tutur Peter Leeansyah, Managing Director Angke Restaurant.

Untuk sementara ini memang segala aktivitas bisnis di Kelapa Gading sedikit turun karena kemacetan yang luar biasa. Namun, pihaknya selalu memberikan inovasi terbaru pada restoran dan tetap mempertahankan cita rasa khas dan kenyamanan fasilitas kepada para pembeli.

Berbeda halnya dengan pelaku usaha perhotelan. Imbas dari pembangunan dua proyek infrastruktur tersebut membuat terjadi kemacetan dan berpengaruh terhadap okupansi hotel.

Executive Secretary Hotel Santika Kelapa Gading Ameliara mengungkapkan, proyek pembangunan LRT dan Jalan Tol Dalam Kota berpengaruh karena menurunya jumlah penumpang shuttle drop dan pick up bagi para tamu.“Karena macet jadi yang menggunakan shuttle drop dan pick up agak menurun,”jelasnya.