Infonitas > Feature >

Prospektif dan Strategisnya Bisnis Hotel Di Cibubur

Selasa, 2 Oktober 2018 | 15:45 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Leny Kurniawati

Ilustrasi fasilitas hotel.
Foto : Dwi Prastyo

Dengan beragam keunggulan dan potensi yang dimiliki Cibubur, bisnis hotel di kawasan ini dinilai belum maksimal penggarapan maupun pertumbuhannya.

CIBUBUR – Hujan baru saja berhenti, saat Fiona usai mengunjungi salah satu kantor cabang perusahaannya yang terletak di kawasan Cibubur di penghujung September lalu. Mengaku jarang bertandang ke kawasan ini, Fiona kagum dengan pesatnya perkembangan di kawasan Cibubur dan sekitarnya.

“Dulu di sini kalau enggak salah lebih dikenal kawasan perumahan sama tempat makan. Sekarang jadi ramai banget, sudah ada mal, apartemen, sama hotel. Apalagi masih ada proyek superblock punya Trans (CT Corp) yang lagi dibangun. Bakal nambah lagi jumlah mal, apartem sama hotel di sini,” ujar warga Puri, Jakarta Barat ini.

Seiring dengan perkembangan infrastruktur serta pertumbuhan kawasan yang dinamis, wilayah Cibubur dan sekitar yang terletak di timur Jakarta, menjadi salah satu kawasan yang prospektif untuk beragam jenis bisnis. Jika dulu kawasan ini familiar sebagai kawasan hunian, kini Cibubur juga menjadi kawasan bisnis kuliner, kecantikan, hingga bisnis hotel.

 Ya, satu persatu kini sejumlah operator dan pemain bisnis hotel hadir di Cibubur dan sekitarnya. Yang familiar tentu Hotel Ciputra serta Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah. Tentu bukan tanpa pertimbangan bisnis yang matang, kedua hotel berbintang ini hadir di kawasan Cibubur.

Strategis dan Potensial

Salah satu alasan brand-brand hotel berbintang mendirikan hotel di kawasan ini adalah letak kawasan Cibubur yang strategis, serta pembangunan beragam infrastruktur, utamanya transportasi, yang mendukung pembangunan kawasan hunian, serta lingkungannya yang masih sejuk. Tidak hanya berhenti di situ, kawasan ini juga sudah dijangkau oleh layanan Transjakarta, shuttle, hingga proyek moda transportasi massal moderen Light Rail Transit (LRT) yang tengah dikerjakan. Jumlah akses tol yang menjangkaunya pun akan bertambah.

“Wilayah Cibubur masih termasuk adem dan dekat dari Jakarta, sehingga nyaman untuk menjadi tempat meeting setengah hari atau bahkan menginap, keluar sejenak dari kepenatan meeting di Jakarta. Letaknya juga strategis, jika dilihat dari detail pembangunan akses jalan tol dari Cibitung dan Cimanggis. Sehingga jelas pembangunan infrastruktur sangat memengaruhi kawasan ini,” jelas GM Hotel Ciputra Cibubur Agung A. Wibowo.

Letak strategis ini juga dikaitkan Agung dengan banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang kini mengubah strategi perusahaannya, dengan membangun unit-unit bisnis di wilayah, tidak lagi menumpuk di pusat kota. “Ternyata di Cibubur, Cileungsi, Narogong itu banyak sekali perusahaan besar. Misalnya Mercedes Benz. Ini tentunya menjadi peluang bisnis untuk mengantisipasi potensi demand dari kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut. Selain, strategi bisnis hotel internasional saat ini memang berubah, dimana mereka membangun sesuai lokasi,” paparnya.

Sementara itu, GM Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah Ricky Rimbawan menuturkan, dengan potensi dan keunggulan yang dimiliki kawasan Cibubur dan sekitarnya, bisnis hotel di kawasan ini menurutnya belum terlalu signifikan, terutama untuk segmen bisnis hotel berbintang.

Ricky menuturkan, hal ini lantaran investor lebih melirik pada bisnis budget hotel dibanding mendirikan hotel berbintang. Sebab, di samping investasinya tidak terlalu besar, pasar bisnisnya justru lebih menarik dibanding bisnis hotel berbintang.  

“Kendati demikian, untuk hotel berbintang yang sudah berdiri pun pasar bisnisnya lumayan bagus. Tingkat okupansinya masih stabil di angka 80 persen. Rincinya, di awal tahun (okupansi) sekira 70 persen yang termasuk semester pertama. Dan memasuki semester kedua ini angkanya 80 persen,” terang Ricky.

Ditambahkan olehnya, kedepan bisnis hotel di Cibubur diyakini memiliki prospek yang bagus dan diyakini bakal semakin berkembang, seiring dengan bakal selesainya sejumlah proyek infrastruktur, serta pembangunan fisik. “Ada pembangunan LRT, pembangunan properti dan Trasn Studio, hingga banyak project dan industry company. Terlebih, Bekasi juga mulai crowded, jadi prospeknya bergeser di wilayah Cibubur,” tandasnya.

Boleh jadi, yang dimaksud dengan Ricky bisnis budget hotel termasuk juga penginapan dengan konsep losmen, tapi dilengkapi dengan beragam fasilitas pendukung, layaknya para pelaku bisnis hotel. Misalnya Losmen Kebun Indah. Sang pemilik Yusuf Satria mengatakan, sama seperti hotel, pihaknya mengandalkan pemesanan kamar serta fasilitas untuk MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). “Mayoritas sekira 70 persen pemasukan kami dari kamar dan 30 persennya itu untuk MICE,” singkat Yusuf.