Infonitas > Feature >

Progres 5 Tahun Proyek MRT Jakarta

Kamis, 28 Juni 2018 | 14:30 WIB

Editor : Ichwan Hasanudin

Reporter : Rachli Anugrah Rizky

Pembanguan jalur bawah tanah di royek MRT Jakarta. (Foto: Rendy MR dan Azhari Setiawan)
Foto : istimewa

Secara keseluruhan proyek MRT Jakarta yang berjalan hampir lima tahun ini, progres pembangunannya sudah mencapai 94,19 persen.

KEBAYORAN - Setelah hampir lima tahun, progres pembangunan mass rapid transit (MRT) Jakarta Fase I sudah mencapai 94, 19 persen. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan progres tersebut sudah mencakup kontruksi pembangunan secara keseluruhan. “Pembangunan bawah tanah sudah 96,59 persen, dan jalur layang sudah mencapai 91,82 persen,” katanya pada awal Juni lalu.

Mengenai kesiapan dua stasiun besar, yakni Stasiun Lebak Bulus dan Stasiun Senayan (bawah tanah), William juga menyampaikan sudah mapir beres. Untuk pembangunan Stasiun Lebak Bulus progresnya sudah mencapai 91,82 persen dan Stasiun Senayan (bawah tanah) sudah mencapai 96,59 persen. “Kita tidak menyediakan parkir bawah tanah. Parkir hanya ada di Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, dan mungkin Stasiun Cipete,” ucapnya.

Salah satunya adalah Stasiun Senayan. Stasiun bawah tanah pertama di fase 1 ini dibangun dengan panjang sekitar 200 meter dan kedalaman mencapai 14 meter di bawah permukaan tanah. Terdapat akses keluar masuk penumpang masing-masing empat buah tangga, dua unit eskalator, dan dua unit lift dari kedua sisi jalan di permukaan tanah. Stasiun ini juga akan terintegrasi dengan halte BRT TransJakarta yang berjarak sekitar 110 meter dari stasiun.

Sesuai rencana, MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada Maret 2019. Kesiapan itu juga terlihat dari sudah datangnya 12 rangkaian kereta MRT Jakarta pada bulan April 2018 lalu. Sisanya sebanyak empat set rangkaian kereta akan dikiriim pada akhir Juni dan ditargetkan pada akhir Oktober 2018 seluruh rangkaian kereta (16 set) sudah tiba di Jakarta dan siap melakukan proses trial and run.

“Pada fase 1 ini, PT MRT Jakarta menyiapkan enam belas set rangkaian kereta di mana empat belas set rangkaian akan di operasikan dan dua set akan disiagakan sebagai cadangan. MRT Jakarta akan beroperasi pada pukul 05.00 hingga 24.00 WIB dengan rentang waktu antar kereta lima menit pada jam sibuk,” terang Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah kepada Infonitas.com.