Infonitas > Feature >

Perjuangan Warga Bekasi Ikut Program Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 22 November 2017 | 17:00 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Yusuf Bachtiar

Kondisi rumah milik Budi yang roboh dimakan usia.
Foto : Yusuf Bachtiar

Tiga kali mengajukan permohonan rumah tidak layak huni namun tak kunjung mendapatkan hasil. Sampai akhirnya, rumah milik warga Bekasi ini roboh.

BEKASI - Budi Arianto, salah satu warga Gang Saimun, RT 02/08 Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi harus menahan pilu ketika rumah yang didiaminya mulai lapuk dimakan usia.

Bagian atap bangunan rumah miliknya mulai roboh lantaran kuda-kuda penyangga atap tak mampu lagi menahan beban.

Menurutnya, tanda-tanda kerusakan sudah muncul sejak Juli tahun lalu, namun pada, Selasa (21/11) kemarin kerusakan semakin parah. Alhasil, bagian belakang rumah tepatnya ruangan dapur rusak, atap bangunan amblas.

“Rusaknya sudah lama karena memang bangunan tua. Mau dibenerin tetapi tak ada uang," bebernya kepada Infonitas.com, Rabu (22/11/2017).

Diakunya, sejak 2014 sudah mengajukan persyaratan untuk mengikuti program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).  Segala persyaratan pun sudah diajukan ke pihak RT untuk kemudian diteruskan ke Kelurahan. Namun sayang, usahanya tak menuai hasil lantaran terkendala administratif.

"2014 mengajukan tapi waktu itu tidak ada Akte Jual Beli jadi tidak bisa diurus," bebernya.

Tak menyerah, setahun kemudian dia kembali mengajukan program yang sama. Berharap, rumah tempat tinggal yang sekarang dihuni bersama satu orang keponakan bisa dipugar agar lebih layak.

"Tahun 2015 mengajukan lagi, tapi lagi-lagi enggak bisa karna kendala administratif lagi padahal sudah ada AJB saat itu," akunya.

Tak pantang arang, di tahun 2016 diapun kembali mengajukan program bantuan rutilahun. Lagi-lagi dia harus gigit jari, pasalnya di tahun 2016 program tersebut sudah diajukan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Hingga akhirnya di tahun ini, rumah tua peninggalan neneknya tak mau lagi berkompromi. Atap yang mulai usang akhirnya roboh dimakan usai, dia pun berharap pihak Pemkab Bekasi mau melihat kondisi rumahnya