Infonitas > Feature >

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Belum Pengaruhi Bisnis Hotel

Selasa, 2 Oktober 2018 | 16:30 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Leny Kurniawati

Ilustrasi.
Foto : istimewa

Beragamnya market bisnis hotel di Cibubur, membuat pelemahan nilai tukar Rupiah beberapa bulan terakhir belum berdampak signifikan.

CIBUBUR – Pelemahan nilai tukar Rupiah dari kisaran Rp 13 ribu hingga sempat menyentuh Rp 15 ribu, dikhawatirkan memengaruhi berbagai lini bisnis, tak terkecuali bisnis hotel. Maklum, selain biaya operasional hingga beragam kebutuhan operasional, food and beverage hingga sanitasi hotel sangat mungkin dipengaruhi nilai tukar Rupiah. Jika melemah, biaya operasional pasti bertambah.

Di sisi lain, melemahnya nilai tukar Rupiah juga bisa membawa datangnya tamu asing. Sehingga ini bisa memengaruhi bisnis hotel yang sangat mengandalkan tamu ekspatriat. Namun, pelemahan Rupiah saat ini belum dirasakan berpengaruh signifikan terhadap bisnis hotel di kawasan Cibubur.

“Pelemahan nilai tukar Rupiah menguntungkan atau merugikan dari sisi perhotelan? Ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi sejauh ini belum cukup berdampak bagi bisnis hotel. Market kita dari corporate, goverment, hingga business travel. Tamu kita juga sejauh ini kebanyakan domestik, jadi belum cukup berdampak,” jelas GM Hotel Ciputra Cibubur Agung A. Wibowo.

Sementara itu, GM Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah Ricky Rimbawan merinci, pelemahan nilai tukar Rupiah memang tidak terlalu berdampak, karena bisnis hotel di kawasan ini sangat tersegmentasi, tidak terlalu bergantung pada okupansi. Terlebih, bisnis hotel di kawasan ini sangat dipengaruhi aktivitas Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) dari kalangan goverment dan corporate.

“Kalau ditanya pelemahan nilai tukar Rupiah mempengaruhi bisnis hotel atau tidak? Jawabannya, bisnis ini sangat segmentasi. Kalau segmennya bule (asing), mereka turun. Jika segmennya industri atau pabrik, itu juga agak turun. Tapi kalau dari segmen corporate maupun goverment, tidak terlalu signifikan. Jadi, tergantung dari segmentasinya dilihat dari mana,” tandasnya.

Baik Agung maupun Ricky tentunya berharap, pelemahan nilai tukar Rupiah tidak terus berlangung, kondisi nilai tukar lebih stabil, sehingga roda bisnis hotel yang mereka kelola juga lebih stabil.