Infonitas > Feature >

Parkir Liar Kepung Kawasan Jakarta Barat

Selasa, 11 Sepember 2018 | 11:45 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter :

Parkir liar di Jakarta Barat.
Foto : Adi Wijaya

Ada banyak titik parkir liar di kawasan Jakarta Barat yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

PURI – Pelanggaran lalu lintas berupa parkir liar yang terjadi di Jakarta Barat tak ada habisnya. Berbagai ruas jalan di kawasan ini tak luput dari parkir liar. Celakanya, selain merugikan pendapatan asli daerah (PAD) perbuatan ini menyebabkan kemacetan dan mengganggu arus lalu lintas

Berdasarkan pantauan tim Infonitas.com, titik-titik jalan yang dipenuhi parkir liar berada di sejumlah pusat ekonomi, kuliner, hingga wisata. Misalnya, di sekitar Jalan Pesanggrahan dan di kawasan CNI Puri Kembangan. Tiap harinya ada ratusan kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang terparkir di bahu jalan hingga memenuhi trotoar. 

Ilham (28), salah seorang pengemudi yang ditemui di Jalan Pesanggrahan, Kembangan, Jakarta Barat, mengaku gemas dengan keberadaan parkir liar. Selain mengganggu arus lalu lintas, parkir yang ada juga membuat kawasan menjadi semrawut.

"Lihat saja kalau lewat sini sore, macetnya panjang. Kalau malam parkir di jalan bisa sampai tiga empat baris," keluhnya. 

Berdasarkan data Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, terdapat sejumlah titik parkir liar di kawasan Jakarta Barat. Seperti di sekitar CNI Puri Kembangan, Kecamatan Cengkareng, tepatnya di sekitar Pasar Sentra yang tak jauh dari Terminal Rawa Buaya.

Di Kecamatan Grogol Petamburan, seperti di sepanjang Jalan S Parman. Dari Mal Taman Anggrek sampai Terminal Grogol.

Kemudian di kawasan Mal Season City, Kecamatan Tambora. Pusat perkantoran dan perbelanjaan di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kecamatan Tamansari.

Sepanjang Jalan Panjang sampai RS Permata Hijau, Kebun Jeruk. Sekitar Jalan Pesanggrahan, Kecamatan Kembangan. Sekitar Jalan Bali, Kecamatan Palmerah. Dan terakhir di sekitar terminal Kalideres.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Warga Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan menilai parkir liar yang banyak terjadi di Jakarta Barat membuktikan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap ketertiban lalu lintas, padahal di lokasi tersebut sudah ada tanda larangan parkir. 

"Kalau tidak bisa jalan atau macet, mereka langsung menyalahkan polisi atau pemegang kebijakan lain. Padahal, mereka juga seharusnya berpikir kalau kesalahan juga ada pada mereka. Penyelesaian kemacetan bukan hanya dari program atau kebijakan, melainkan kesadaran masyarakat dalam berkendara," tegasnya dalam arsip Info Puri, (12/29)

Kendati begitu, menurut dia, masyarakat yang tidak tertib juga disebabkan kurangnya tindakan tegas dari aparat kepolisian. "Saya lihat banyak para pelanggar yang didiamkan," ucap Tigor.

Padahal, kata dia, polisi sebagai aparat penegak hukum semestinya dapat menindak tegas dan jangan hanya memberi teguran. Tindakan tegas itu semata-mata untuk memberikan efek jera bagi si pelanggar lalu lintas. 

Tak hanya itu, pendidikan juga memengaruhi perilaku seseorang di jalan raya. Saat ini tidak hanya pengendara mobil, tapi juga pengendara sepeda motor banyak yang tidak disiplin. Misalnya banyak anak di bawah usia 17 tahun mengendarai sepeda motor, padahal tidak memiliki SIM.