Infonitas > Feature >

Pameran Hingga Dukungan Pemerintah Terhadap Industri Mebel

Jumat, 5 Januari 2018 | 17:30 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Muhammad Azzam

HIMKI saat gelar roadshow di Jakarta
Foto : Muhammad Azzam

Saat ini, HIMKI sedang melakukan roadshow untuk menggaet pengrajin mebel agar berpartisipasi dalam IFEX pada 9-12 Maret 2018 di JIExpo Kemayoran. Selain itu, untuk memaparkan pertumbuhan industri ini serta dukungan pemerintah.

KEMAYORAN - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) kembali bersiap menggelar pameran mebel dan kerajinan B2B (business to business) terbesar di Indonesia dan kawasan regional, Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2018. Persiapan awal IFEX 2018 dilakukan dengan menggelar roadshow ke beberapa kota seperti Jakarta, Cirebon, Bandung, Jepara, Semarang, Solo, Jogjakarta, Surabaya, dan Bali.

Roadshow digelar untuk mengajak para pelaku industri mebel dan kerajinan ikut berpartisipasi dalam IFEX 2018 pada 9-12 Maret di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Di tiap kota, kegiatan roadshow IFEX 2018 dihadiri sekitar seratus anggota HIMKI.

“Melalui roadshow ini kami ingin menginformasikan kepada para anggota HIMKI mengenai berbagai persiapan yang telah dan akan kami lakukan untuk kesuksesan penyelenggaraan IFEX 2018. Kami berharap anggota HIMKI di daerah bisa kembali menunjukkan dukungan positif dalam IFEX 2018,” terang Soenoto, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Jumat (5/1/2018).

Dalam kegiatan roadshow ini, HIMKI kembali menegaskan manfaat besar yang bisa diperoleh saat menjadi peserta IFEX 2018. Berkaca dari penyelenggaraan pameran IFEX pada tahun-tahun sebelumnya, peserta daerah yang mengikuti ajang IFEX bisa memperkenalkan dan mempromosikan produk mereka langsung ke international buyers.

Selama ini, anggota HIMKI yang ingin memperkenalkan produk mereka ke dunia internasional biasanya mengikuti pameran internasional di luar negeri. Hal ini tentu memakan biaya yang tidak sedikit. Kehadiran IFEX menjadi pilihan yang lebih terjangkau. Selain faktor biaya yang lebih efisien, IFEX juga terbukti selalu dihadiri oleh international potential buyers yang bisa membantu promosi dan penjualan produk ke pasar internasional.

Anggota-anggota HIMKI di daerah juga memiliki peran yang cukup penting bagi kesuksesan penyelenggaraan IFEX 2018 karena keunikan produk yang ditawarkan menjadi salah satu nilai jual yang bisa ditawarkan kepada international buyers. Indonesia juga dikenal kaya akan nilai budaya lokal yang memperkaya desain-desain mebel dan kerajinan Indonesia.

“Kita harus memanfaatkan kekayaan budaya untuk menampilkan desain-desain produk unik yang mampu mencuri perhatian konsumen luar negeri,” ujar Soenoto.

Soenoto menambahkan Indonesia juga memiliki keuntungan dalam hal bahan baku dan sumber daya manusia. Rotan misalnya, Indonesia dikenal sebagai negara penghasil bahan baku rotan terbesar di dunia dengan beberapa sentra industri mebel dan kerajinan rotan di berbagai wilayah. Keunggulan ini perlu dimaksimalkan agar Indonesia bisa terus menunjukkan eksistensi dan kualitas produk di level internasional.

Dukungan Pemerintah

Soenoto menilai perkembangan industri furniture dan kerajinan di Indonesia dari tahun ke tahun masih cukup menggembirakan meski menghadapi kondisi pasar global yang penuh tantangan dan belum maksimalnya peranan pemerintah dalam membantu industri ini.

HIMKI menargetkan industri ini bisa tumbuh pada kisaran 12-16% pada tahun 2018 ini. Dukungan pemerintah memainkan peran yang penting bagi pengembangan industri mebel dan kerajinan. Peraturan yang lebih mendukung, perizinan yang lebih mudah, koordinasi antar badan dan instansi dengan industi adalah beberapa hal yang harus dilakukan untuk mendukung industri mebel dan kerajinan Indonesia bisa tumbuh.  

Adanya dukungan penuh dari pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo terhadap pengembangan industri mebel dan kerajinan nasional agar memiliki daya saing yang tinggi di era perdagangan bebas dunia saat ini membuat kalangan industri mebel dan kerajinan yang tergabung dalam HIMKI optimistis dengan masa emas pertumbuhan industri mebel dan kerajinan nasional dalam empat tahun ke depan dapat tumbuh 5 miliar Dolar AS.

Untuk memajukan industri mebel dan kerajinan, HIMKI telah bermitra dengan pemerintah dan seluruh stakeholder yang terdiri dari para pelaku industri mebel sekala besar, menengah dan kecil, para pelaku industri kerajinan nasional, para desainer, lembaga-lembaga dunia yang concern pada industri mebel dan kerajinan, media, organisasi kemasyarakatan, institusi desain serta institusi terkait.

Adanya upaya dari berbagai pihak untuk membenahi dan memperbaiki kinerja dan kondisi di sektor industri mebel dan kerajinan nasional agar menjadi kondusif, sangat diperlukan guna mempercepat pertumbuhan industri yang optimal saat ini dan dimasa yang akan datang.