Infonitas > Feature >

Mengintip Calon Hotel Syariah di JIC Koja

Senin, 27 November 2017 | 09:30 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Muhammad Azzam

Penampakan depan atau lobi calon hotel syariah
Foto : Muhammad Azzam

Mengintip Calon hotel syariah yang berdiri di sekitaran JIC Koja sejak 2015 lalu. Namun, pertama beroperasi, peruntukkannya sementara untuk wisma peserta Diklat PNS Pemprov DKI.

KOJA - Wacana pembangunan Hotel Syariah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta muncul setelah adanya penutupan Hotel Alexis. Nantinya penginapan tersebut, bertujuan untuk mendukung wisata syariah di Jakarta.

Rencananya hotel syariah berada pada bangunan milik aset Dinas Sosial DKI di sekitar Jakarta Islamic Center (JIC) Koja, Jakarta Utara.

Pada Jumat (24/11/2017) lalu, infonitas.com mendapatkan kesempatan untuk melihat lebih dekat fasilitas bangunan yang akan menjadi hotel syariah itu. Bangunan itu terdiri dari 11 lantai dan 150 kamar dengan standar hotel pada umunya.

Pada lantai pertama, peruntukkannya untuk resepsionis, kantor managemen, ruang kontrol, ruang makan dan kantin. Lantai kedua, terdapat kantor managemen, ruang-ruang rapat maupun ruang pertemuan dan juga ruang makan. Kemudian lantai tiga hingga 10 terhampar kamar tidur dan lantai sebelas ada dua kolam renang.

Untuk fasilitas kamar tidur ada jenis twin bed dan triple bed lengkap dengan ruang tamu. Penghubung antar lantai menggunakan lift dan tangga darurat.

Menurut Kepala Sekretariat JIC Ahmad Juhandi, bangunan ini memang sudah memiliki konsep syariah terlihat dari gaya arsitekturnya, di dalam kamar terdapat arah Kiblat maupun kolam renang yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Bangunan yang pengerjaannya konstruksinya mulai 2010 lalu, baru rampung pada 2013, dan mulai dimanfaatkan pada 2013 sebagai wisma untuk peserta Diklat Badan Pengembangan SDM Provinsi DKI Jakarta.

"Sementara digunakan untuk diklat PNS. Karena gedung diklat yang di Kuningan, Rasuna Said sedang dibangun. Nanti kalau gedung itu sudah rapi, selesai dibangun, PNS pindah ke sana. Nanti kabarnya akan dijadikan hotel halal atau hotel syariah," jelas Juhandi.

Meski begitu, masih ada beberapa bagian yang terlihat tidak terawat, bahkan cenderung rusak. Juhadi menyebut, tidak ada biaya perbaikan lantaran pemasukan dari wisma diklat PNS tersebut nihil.

"Kita dapat 10 Miliar rupiah itu untuk perawatan operasional dan kegiatan di Jakarta Islamic Center (JIC) secara keseluruhan, terus juga gaji-gaji para karyawan keamanan maupun kebersihan, kalau khusus untuk hotel tidak ada,"ungkapnya.

SEGERA DIOPERASIKAN

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, akan mengembangkan wisata halal atau halal tourism di berbagai wilayah di DKI Jakarta.

Rencana itu mendapat respon dan dukungan dari berbagai kalangan. Salah satunya ustad Fairuz Al-Amin, pendakwah dan juga warga Koja Jakarta Utara. Ia mendukung rencana tersebut mengingat berbagai negara telah menerapkan dan mengembangkan konsep wisata halal.

"Negara yang mayoritas non muslim saja mereka giat menerapkan wisata halal masa kita sebagai mayoritas muslim tempat wisatanya jauh dari konsep syariah. Ya semoga cepat dikembangkan khususnya di hotel syariah di JIC ini,"ungkapnya.

Sementara Ahmadkhudaibi (30), warga Jakarta Utara yang rutin berkunjung ke JIC, mendukung rencana pembangunan atau penerapan hotel syariah di wisma JIC itu.

"Ya jadinya lengkap JIC sebagai pusat kajian dan kebudayaan Islam kalau ada hotel syariah nya jadi ketika ada acara mereka bisa menginap di hotel itu, jadi jadi sebagai wisata halal wisata rohani gitu. Semoga cepat terealisasi,"tutupnya.


 
 
 
Infonitas > Feature >

Pemandangan Calon Danau Jenewa dari Jakarta Utara

Kamis, 7 Desember 2017 | 14:30 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : R Maulana Yusuf

Danau Sunter
Foto : R Maulana Yusuf

Danau Sunter yang berada di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara sebagai calon Jenewa-nya Indonesia terlihat pemandangan sampah berserakan.

TANJUNGPRIOK - Danau Sunter yang berada di kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Ini semua lantaran Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyulap Danau Sunter seindah danau di Jenewa, Swiss.

Letak Danau Sunter berada di Jalan Sunter Selatan dan Jalan Danau Permai Timur. Dalam sehari-hari, biasanya kebanyakan masyarakat menghabis kegiatan di Jalan danau sunter selatan dengan memancing.  Bukan hanya itu saja, para pengendara yang mayoritas driver ojek online kerap berteduh untuk istrirahat di pinggir danau.

Keramaian itu, dimanfaarkan oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk menjajakan dagangan mereka yang berupa makanan dan minuman.

Pada Rabu (7/12/2017) Sore, infonitas.com  menyambangi salah satu lokasi wisata di Jakarta Utara terlihat hamparan sampah yang bertebaran di pinggir danau. Hal ini, masih membuktikan kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Padahal, Peraturan Daerah nomor 3 Tahun 2013 telah melarang membuang sampah di sungai/kali/kanal,waduk,situ, saluran air limbah, jalan, taman atau tempat umum dan apabila dilanggar akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 500 ribu.

Belum lagi, minim tempat pembuangan sampah di sisi kanan kiri danau. Hal ini menyebabkan, warga dan pedagang untuk membuang sampah sembarangan di sekitar danau.

Seperti yang diungkapkan Ali, pedagang minuman yang sehari-hari berjualan di area danau sunter selatan, menurutnya tak adanya tempat sampah menjadi salah satu faktor para pengunjung danau membuang sampah sembarangan.

"Disini tak ada tempat sampah mas, banyak warga yang bawa bekal makanan dan makan disini lalu sampahnya dibuang saja di pinggir danau,"ungkapnya.

Selain itu, kata Ali,  banyak juga para pedagang kaki lima yang tidak menyiapkan wadah sampah untuk dagangannya terutama pada malam hari. "Banyak para pedagang nakal tidak menyiapkan tempat sampah dan asal buang saja apalagi kalau malam,"tambahnya.

Tak Ada Jaminan Keamanan Tempat Sampah

Sementara itu,  Kepala Suku Dinas lingkungan Hidup Jakarta Utara Slamet Riyadi memiliki alasan tersendiri mengapa tidak menyiapkan tempat sampah di sepanjang  Danau Sunter yang berada disisi Jalan Danau Sunter Selatan. Menurutnya tidak ada jaminan keamanan jika ditaruh tempat sampah dilokasi tersebut, dikhawatirkan jika ditaruh maka akan hilang diambil pemulung.

Selain itu para petugas kebersihan rutin setiap pagi membersihkan sampah yang ada di jalan tersebut. "Setiap hari sekitar pukul 07.00 WIB ada 5 petugas membersihkan dan mengangkut sampah yang ada di lokasi, rata-rata setiap hari bisa mengakut 2 meter kubik sampah  yang terdiri dari sampah bekas para pedagang seperti botol, plastik kemasan dan lainnya,"kata slamet saat dihubungi infonitas.com.

Hingga berita ini diturunkan, pada hari ini atau pagi tadi, petugas Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara berbondong-bondong memasang tempat sampah.

Pemandangan di sisi Jalan Danau Permai Timur Lebih Tertata

Pemandangan berbeda terlihat  di sisi Jalan Danau Permai Timur yang lebih tertata rapi. Terdapat warung- warung seafood, warung makan dan pedagang kelapa muda yang bisa dinikmati sambil melihat pemandangan danau. Perahu bebek dan jetski juga disediakan bagi mereka yang mau mengelilingi danau. Di dekat danau juga terdapat apartemen, hotel dan gelanggang olahraga

Kebersihan di Jalan Danau Permai Timur lebih terjaga, meski tak terlihat adanya tempat sampah yang disediakan tetapi para pedagang selalu membersihkan area yang dikelola oleh Koperasi Pembina Profesi dan Olahraga Perairan (KPPOP) sejak tahun 2014.

"Selalu dibersihkan mas agar pengunjung nyaman dan sampahnya dimasukan wadah plastik, besok pagi diangkut petugas kebersihan,"kata Imron, salah satu pedangang.

Pemandangan tak kalah indah juga terlihat di waduk Sunter barat yang tidak jauh lokasinya dari danau Sunter.  Pantauan dilokasi, terlihat lebih rapi karena sudah dipasangi sheet pile, nyaris tidak ada sampah yang menonjol dan terlihat oleh mata. trotoar dibuat lebih lebar dan tersedia jalur hijau bagi pesepeda.Bangku di sepanjang jalan dipayungi pepohonan bisa menjadi alternatif untuk sekadar bersantai.

Pasukan oranye dari Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Sesekali terlihat membersihkan Waduk. Area Waduk terlihat minim sampah. Namun airnya masih hijau pekat.

Kepala Suku Dinas lingkungan Hidup Jakarta Utara, Slamet Riyadi mendukung ide Menteri Susi untuk mempercantik Danau Sunter sehingga menjadi seperti danau di Jenewa. "Hal tersebut bisa dilakukan atas kerjasama seluruh stakeholder dan juga masyarakat,"tutupnya.


 
 
 
Infonitas > Feature >

Kepuasan Konsumen Motto Utama Penyedia Jasa Desain Interior

Rabu, 8 November 2017 | 15:00 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Muhammad Azzam

Konsep desain dari Cipta Graha
Foto : istimewa

Pelaku usaha penyedia jasa desain interior di kawasan Kelapa Gading dan Sunter lebih mengutamakan kepuasan konsumen. Caranya, mengikuti segala permintaan klien dengan rutin menjalin komunikasi pada setiap detail pengerjaan.

KELAPA GADING - Perkembangan desain interior memang tak akan berhenti sampai disini. Tren desain interior akan selalu melahirkan sesuatu yang baru dan segar. Juga tak dapat dipungkiri bahwa tren desain interior yang lebih ramah lingkungan akan terus mendominasi hingga waktu yang sangat lama. Lantas bagaimana dengan perusahaan yang menyediakan jasa desain interior di Kelapa Gading dan Sunter.

Cipta Graha

Cipta Graha perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur, desain interior, dan pembangunan selalu ingin memberikan kepuasan kepada klien saat menggunakan jasanya. Selalu memberikan desain yang eksklusif dengan bangunan berkualitas dan harga yang pantas, menjadi sebuah komitmen sang pemilik Cipta Graha Bambang Ekajaya.

Agar hasil sesuai selera dan diharapakan klien, maka dibutuhkan komunikasi yang baik. Terkadang interpretasi orang berbeda terkait bentuk desain. Terlebih ada klien belum tahu wujudnya seperti apa, hanya bayang-bayang. Untuk itu, tugas penyedia jasa desain interior adalah menjelaskan komposisi desain dengan detail agar klien tidak memahaminya sepotong-potong.

Toh pada akhirnya klien kan melihat hasil akhir desain itu sendiri," kata ungkap pria yang aktif selama 21 tahun di Perusahaan Persatuan REI DKI Jakarta.

Sebagai penyedia jasa desain interior wajib memberikan kepuasan kepada konsumen. Yakni memberikan hasil desain dari setiap pengerjaannya dengan detail. Sehingga tidak sekadar dibangun tetapi memperhatikan proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan secara rinci, serta memiliki keindahan. Tentu saja kualitas yang baik dan harga pantas. Komitmen kepada klien dan kepemilikan modal yang cukup.

Tantangan penyedia jasa desain interior ke depan lebih besar. Yakni mengembangkan bisnis serta menghadapi persaingan. Pastikan pengetahuan dan skill tentang bisnis desain interior agar tidak terlindas oleh para pesaing.

Alucraf Architectural Product

Sopheline Suparman, owner Alucraf Architectural Product mengatakan, masyarakat sudah meninggalkan kayu dan besi untuk bahan eksterior dan interior pada rumah mereka. Hampir 90 persen masyarakat beralih menggunakan bahan alumunium untuk rumahnya. Sejak awal hadir pada 2010, minat masyarakat semakin tinggi menggunakan alumunium sebagai bahan eksterior dan interior. Seperti kusen pintu, jendela, pintu panel, atap buka tutup, swing jungkit, pagar, dan lainnya. Untuk harga memang terbilang lebih mahal dari pada besi maupun kayu tapi kalau dilihat untuk jangka panjang, tentunya aluminium akan terasa lebih murah.

“Kalau kayu sulit mendapatkannya, cepat rusak juga. Karena rayap. Besi pun demikian, cepat keropos, karatan, dan catnya mudah kusam. Beda dengan alumunium. Kuat, tahan lama, tidak keropos ataupun catnya pudar. Bisa dibilang no maintenance. Bisa awet selamanya. Bahkan, kalau pindahan pun masih bisa dipakai. Tinggal cabut, lalu pasang lagi,” ungkap pemilik perusahaan yang bergerak di bidang produksi, penjualan, dan pemasangan alumunium ini.

Perusahan yang berdiri sejak 2010 dan bergerak di bidang produksi, penjualan, dan pemasangan alumunium. Fokus market pada penjualan bahan alumunium untuk keperluan eksterior maupun interior. Seperti kusen pintu, jendela, pintu panel, swing jungkit dan pagar.

H’afele Indotama

H’afele Indotama, perusahaan penyedia jasa interior di kawasan Sunter ini merupakan pelopor dalam dunia furnitur teknologi. Mengedepankan riset bidang teknologi furniture, sehingga setiap meter persegi dari ruang yang tersedia dapat mereprentasikan inovasi dan teknologi kualitas Jerman. Managing Director H'afele lndotama Roland Poehlmann mengatakan, Hafele hadir di Indonesia sejak 1995 dan dikenal oleh para desain interior, perusahaan furnitur hingga dealer. Fokus sales di tahap awal kepada toko retail, produsen furniture hingga pengelola hotel dan apartemen.

“Selama ini kami mendukung industri furnitur lokal hingga mampu menghasilkan produk kualitas premium dan mampu bersaing di pasar global,” kata Roland.

Salah satu teknologi yang paling ditonjolkan adalah sistem laci berkualitas premium yang dirancang khusus, NovaPro Scala. Berbagai desain disesuaikan dengan keinginan pengguna. Ragam pilihan yang diberikan Scala menawarkan solusi yang sederhana dan dapat digunakan dalam waktu yang lama. Hafele  memberikan solusi untuk ruang terbatas dengan fungsi maksimalis. Desain ruangan tetap nyaman, terasa lega, tampil chic, dengan memanfaatkan seoptimal mungkin fungsi dari tiap furnitur. Dengan slogan ‘More life per m2’, menawarkan solusi furnitur untuk rumah tangga abad ke-21. 


 
 
 
Infonitas > Feature >

Mengintip Tren Desain Interior 2018

Rabu, 8 November 2017 | 13:45 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : R Maulana Yusuf

Desain Interior PT Cipta Graha (Ist)
Foto : istimewa

Desain interior pada 2018 masih akan berlaku konsep gaya minimalis. Namun, gaya america classic bakal mewarnai market pada tahun depan.

KELAPA GADING - Bangunan tempat tinggal tanpa penerapan detail interior, seakan kurang nyaman dihuni. Pada saat ini, masyarakat mulai sadar tentang pentingnya desain interior. Lantaran memiliki beragam manfaat. Seperti tampilan rumah terlihat fungsional dan tertata rapi. Kemudian, menambah rasa nyaman dan memberikan kesan positif pada setiap tamu. Serta, nilai jual dari rumah akan meningkat.

Pada 2017 komposisi tren interior 60% didominasi oleh Neo Classic dan 40% minimalis. Neo classic merupakan perubahan dari classic yang banyak ukiran dan warna lebih berani. Seperti emas menuju modifikasi arsitektur dan ornamen yang lebih simpel serta warna lebih kalem.

Dikutip dari hsbc.co.id, prediksi tren 2018 untuk desain interior akan mengarah ke rumah lengkap dengan home appliances yang bisa bekerja otomatis menyesuaikan kebutuhan. Misalnya, lampu otomatis yang diatur agar menyala perlahan untuk memastikan bangun pada waktu yang ditentukan,  hingga peralatan dapur yang saling terhubung dan dapat diatur melalui smartphone.

Kemudian, dari sisi dapur ada sentuhan elegan melalui warna hitam. Tak hanya pada rak dan meja, namun juga hitam metalik pada wastafel. Marmer sebagai penutup meja juga kembali hadir. Namun marmer menggunakan warna gelap dan tipis untuk memmberi kesan trendi dan modern pada dapur.

Tren warna interior di tahun 2018 akan didominasi warna-warni terang dengan kilau lembut dan cat jenis satin atau sheer. Beberapa warna yang diprediksi akan mendominasi interior adalah warna-warna alam seperti biru telur asin, ungu berry, kuning dan hijau limau, coklat muda almond, warna tanah, serta warna metalik, gemstone, dan emas.

Menurut salah satu penyedia jasa desain interior Elle Dacor, ada tiga motif wallpaper yang akan trend di 2018. Pertama, Pattern Clash, menggabungkan beragam pola dan warna dengan kontras dalam satu wallpaper. Kedua, Geometrics atau pola persegi empat dan persegi banyak, dan terakhir Art Forms, mencetak lukisan dan menjadikannya wallpaper. Seru kan, dinding rumahmu pun jadi seperti kanvas lukisan raksasa.

Furnitur era 1950an akan kembali ngetren pada tahun depan. Selamat tinggal furnitur minimalis bersudut khas Skandinavia. Milan Furniture Fair 2017 memprediksi gaya dekade 1950an akan hadir di tahun 2018, salah satunya lewat sofa panjang yang tebal dengan bentuk meliuk. Untuk pelapis sofa, materi beludru atau suede akan kembali, menggantikan pelapis linen atau kulit.

Sementara, Timothy Purnomo, Manajer Pemasaran Hafele Indotama mengatakan, 2018 tren desain interior akan mengarah ke American Classic. Ini sebagai bentuk transformasi dari Neo Classic. Banyak rumah di Amerika didominasi dari kayu dan batu serta permainan bahan kain pada gorden. Untuk warna menggunakan american classic, yakni agak sedikit lebih gelap seperti cokelat. 

“American classic ialah hampir sama dengan neo Classic hanya menggunakan budaya Amerika,” kata Timothy.

Berbeda halnya dengan Bambang Ekajaya. Pemilik Cipta Graha ini mengatakan tren 2018 akan tetap sama dengan tahun ini, yaitu minimalis. Sebab, konsep minimalis sejak 2005 hingga sekarang terus eksis. Tetapi desain minimalis tiap tahunnya berubah-ubah, lebih kreatif, dan banyak variasi.

Alasan masyarakat memilih desain rumah minimalis daripada gaya arsitektur lain, lantaran model rumah dengan gaya ini bisa membantu penghuni mendapatkan hasil yang maksimal dengan dana yang terbatas. Namun, model desain lainnya tidak menutup kemungkinan tetap menjadi pilihan masyarakat. Sebab, market untuk gaya Klasik, Kubisme, maupun Mediterania masih ada.

“Tetapi semua tren itu bebas si tergantung pemilik rumah, ditambah saat ini keterbukaan informasi semua tren dunia akan terbaca dan tren arsitektur dunia pun demikan, memang untuk saat ini tren masih Minimalis yang lebih ke arah modern," jelas Bambang.


 
 
 
Infonitas > Feature >

Jelajahi Kecantikan Trotoar Sepanjang Rawamangun

Jumat, 14 Juli 2017 | 15:15 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Trotoar di Kawasan Rawamangun
Foto : Amin Hayyu Al Bakki

Trotoar yang membentang sepanjang kawasan Rawamangun, Jakarta Timur terlihat cantik dan nyaman bagi pejalan kaki.

PULOGADUNG- Salah satu faktor penunjang sebuah kota yang layak dikatakan kota ramah pejalan kaki harus ada fasilitas trotoar.  Tentu saja, pedestrian yang nyaman akan membuat masyarakat menanggalkan kendaraan pribadi dan memilih berjalan kaki.

Di Indonesia sendiri, trotoar yang ramah pejalan kaki terdapat di Kota Bandung, Jawa Barat. Hal tersebut terlihat, dari berbagai kesan para wisatawan lokal maupun mancanegara yang kerap mengabadikan momen pribadi dengan cara swa foto, kemudian dipampang pada media sosial (Medsos).

Lantas, bagaimana dengan kondisi trotoar di Ibu Kota Jakarta?, saat infonitas.com menjelejahai kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, terbentang pedestrian yang menarik perhatian mata. Berlokasi di Jalan Perserikatan dan Jalan Paus yang telah memiliki fasilitas tersebut dan memiliki warna trotoar yang lebih cerah dan variatif.

Berdasarkan pengamatan, di trotoar yang berada di Jalan Perserikatan dan Jalan Paus, trotoar-trotoar ini juga telah dilengkapi kursi bagi pejalan kaki. Kursi tersebut juga dibuat dari bahan alumunium yang dicat berwarna hitam di kedua sisinya.

Salah satu pejalan kaki, Andri Julian (26) menyampaikan, dirinya mengaku nyaman melewati trotoar di Jalan Paus lantaran memiliki lebar yang luas dan dilengkapi kursi. Ia menyebut, kursi tersebut sangat bermanfaat bagi pejalan kaki untuk melakukan singgah atau sekadar beristirahat apabila lelah.

"Saya setiap hari pasti lewat trotoar sini, mas. Yang jelas trotoarnya teduh dan udah banyak tempat sampahnya juga, jadi tetap terjaga kebersihannya," ujarnya saat berbincang dengan infonitas.com, di lokasi, Jumat (14/7/2017).

Pedestrian Tak Ramah Kaum Difabel

Berbeda halnya dengan trotoar di Jalan Pemuda atau yang berada di sekitar kawasan Arion Mall, Rawamangun. Pedestrian di sini memang terlihat lebih lebar dengan tanaman dan kursi taman berbahan alumunium dan kayu. Sayangnya, di trotoar ini belum dilengkapi garis kuning yang berfungsi sebagai fasilitas ramah disabilitas.

Namun, bangku taman terlihat tak pernah sepi dari masyarakat yang ingin beristrirahat dari aktivitas ataupun hanya ingin bersantai ria. Seperti seorang pejalan kaki yang asyik memainkan gadget dalam genggaman sembari duduk dengan kaki yang sebelah kanan dinaikan di atas kursi.

Mereka terlihat menikmati suasana tanpa menghiraukan keramaian kendaraan yang berlalu lalang di sepanjang jalan tersebut.

"Bagusnya memang trotoar dibuat seperti ini semua, jadi pejalan kaki gak kesusahan dan nyaman saat lewat," ujar Risma (33) salah satu pejalan kaki kepada infonitas.com.