Infonitas > Feature >

Menakar Cerahnya Bisnis Klinik Kecantikan di Tangerang

Kamis, 21 Juni 2018 | 12:45 WIB

Editor : Galih Pratama

Reporter : Alfriani Anisma Wibowo

Bisnis kecantikan di Tangerang makin bersinar.
Foto : Abdul Rahman

Perawatan kecantikan sudah menjadi kebutuhan, bahkan gaya hidup. Inilah yang membuat bisnis kecantikan makin bersinar di Tangerang.

TANGERANG - Seiring waktu, perawatan estetika di klinik kecantikan sudah menjelma menjadi gaya hidup masyarakat modern. Tidak hanya pada orang dewasa tapi juga bergeser kepada generasi milenial. Umumnya, mereka rutin melakukan perawatan karena memiliki kulit wajah yang kusam dan berjerawat.

Seperti Bella Gista (21), mahasiswi BINUS University. Memiliki banyak aktivitas di luar ruangan, membuat kulit wajah gadis berambut panjang ini menjadi gelap dan kusam. Untuk itu, dirinya rutin melakukan perawatan wajah di klinik kecantikan langganannya di Tangerang.

“Minimal satu bulan sekali sih perawatan. Ya lebih ke perawatan untuk mencerahkan wajah saja,” katanya. Diakui Bella, kecantikan sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup. Untuk itu, meski masih muda, baginya merawat kulit wajah itu penting. Selain tambah cantik, juga membuat kulit terlihat fresh dan terawat.

Fenomena tersebut seakan menjadi angin segar bagi pelaku bisnis klinik kecantikan. Mereka pun mulai menjamur di beberapa daerah. Tak terkecuali di kawasan Tangerang. Salah satunya adalah Leny Skincare, klinik kecantikan yang mulai beroperasi pada 2011 ini rupanya cukup mendapatkan respons baik.

“Dari tahun ke tahun, bisnis klinik kecantikan cenderung baik. Karena melihat masyarakat yang sudah mulai mengerti dan menyadari terhadap pentingnya perawatan wajah dan tubuh,” ujar dr. Kenny Cahyani, Pemilik Leny Skincare.

Meski menjanjikan, bisnis ini juga dihadapkan dengan banyak tantangan. Persaingan klinik satu dengan lainnya misalnya. Untuk itu, dia selalu berupaya untuk berpikir positif karena masing-masing klinik kecantikan memiliki segmen pasar, pelayanan dan cara yang berbeda.

Hal senada diungkapkan dr. Citra Utami Suhalim, Pemilik Lavanya Aesthetic Clinic. Banyak klinik kecantikan yang berlomba-lomba meng-update perawatan untuk menarik hati masyarakat. “Dalam menghadapi persaingan, kami menawarkan paket-paket treatment favorit dengan harga lebih hemat dan promo-promo menarik setiap bulannya,” terang Citra.

Dia juga mengaku selalu mengikuti tren kecantikan, baik produk maupun teknologi untuk mencapai kepuasan pelanggan. Perawatan yang tengah menjadi tren ditempatnya adalah thread face lift (tanam benang), filler dan anti aging. Kebanyakan pelanggan melakukan perawatan tersebut karena tanpa operasi dan langsung memberikan hasil usai melakukan perawatan. “Mereka menginginkan wajah yang tampak lebih muda dan tirus,” ungkapnya.

Salah satu pelaku bisnis kecantikan lainnya adalah Nelly Pandapotan dengan mengusung brand Royal Swan. Usaha yang berada di Ruko Modern Walk, Modernland, Tangerang ini berbeda dengan klinik kecantikan pada umumnya. Karena pelanggan yang berdatangan merupakan klien (calon pengantin wanita) bridal-nya. Di mana mereka melakukan konsultasi tentang perawatan wajah agar nantinya terlihat maksimal saat hari H.

Adapun layanan perawatan yang dilakukan ialah Royal Skin Treatment atau yang lebih dikenal Pre-Marital Face Treatment. Perawatan ini bertujuan membuat kondisi kulit menjadi sehat, kenyal dan menjadikan make up melekat sempurna pada wajah sehingga tidak terlihat cakey.

Harus Didukung Teknologi Kecantikan Terbaru

Meningkatnya tren perawatan kecantikan dipicu dengan semakin berkembangnya teknologi. Alat-alat canggih yang dipakai juga relatif lebih aman dan memberikan hasil yang maksimal. Serta mendapat persetujuan Food and Drug Administration (FDA) Amerika dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI).

Demikian diungkapkan dr Citra Utami Suhalim selaku pemilik Lavanya Aesthetic Clinic. Menurutnya, teknologi memiliki peran yang sangat sangat penting untuk menarik pelanggan. Hal ini dikarenakan saat ini para pelanggan bisa mengikuti informasi terkait perkembangan tren kecantikan. Seperti halnya saat ini yang tengah berkembang ialah teknologi non invasif, tanpa menimbulkan rasa sakit.

“Seperti perawatan Liftherapy yang menggunakan teknologi High Intensity Focused Ultrasound (HIFU, yang menghantarkan panas secara mikro ke dalam kulit. Fungsinya untuk mengencangkan kulit, menghilangkan garis halus dan keriput,” katanya.

Seakan tak mau kalah, Royal Swan juga menggunakan mesin dengan teknologi terbaru dalam memaksimalkan hasil treatment-nya. Sebab, bagi Nelly Pandapotan selaku pemilik, teknologi sangat berpengaruh dalam menjalani bisnis klinik kecantikan. “Rata-rata teknologi kecantikan yang kami gunakan berasal dari Jerman dan Korea. Ada Hydro Dermabrassion/Hydropeel, Radio Frequency (RF), Electrical Muscle Stimulation (EMS), Micro Electric, dan Ultrasound,” papar Nelly.

Klinik kecantikan lain yang menggunakan teknologi serba non-invasif adalah Leny Skincare. Salah satu teknologi yang digunakan adalah teknologi laser yang digunakan saat perawatan Intense Pulsed Light (IPL), di mana perawatan itu mutakhir membantu mencerahkan wajah, memudarkan flek hitam dan garis halus, mengurangi jerawat, juga menghilangkan bulu halus pada wajah.

Untuk mendapatkan hasil memuaskan dengan dibantu teknologi canggih, tentu dibutuhkan biaya yang relatif cukup mahal. “Satu kali treatment untuk wajah setidaknya perlu merogoh kantong antara Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta,” jelas Kenny Cahyani, Pemilik Leny Skincare.

Cermat Memilih Produk Kecantikan

Selain didukung teknologi canggih, perawatan kecantikan juga harus ditunjang dengan produk kecantikan yang aman. Produk yang aman tentu telah melewati pengujian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Diakui dr. Citra Utami Suhalim, Pemilik Lavanya Aesthetic Clinic, semua produk kecantikan di tempatnya tidak boleh sembarangan. Semua produk yang digunakan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya sehingga aman untuk kecantikan kulit.

“Hampir semua produk kami memiliki izin edar resmi dari BPOM. Bilamana ada produk yang tidak dapat diedarkan secara bebas, pasien tetap bisa mendapatkan produk sesuai resep racikan dokter di beberapa apotek yang telah bekerjasama,” terang Citra.

Hal yang senada juga dikatakan Nelly Pandapotan, Pemilik Royal Swan. Selain harus terdaftar di BPOM, semua produk-produk Royal Swan sudah teruji klinis, bersertifikasi dan pastinya sangat aman digunakan. “Karena sudag terdaftar di BPOM, sehingga dipastikan kandungan bahan dan kadarnya aman bagi kulit,” jelasnya.

So ladies, selektiflah dalam memilih produk. Jangan hanya karena melihat harganya yang murah, tapi juga memperhatikan kandungan yang ada didalam produk kecantikan tersebut. Bila salah memilih produk yang memiliki kandungan berbahaya, dapat membuat kulit iritasi, menimbulkan jerawat, bahkan bisa menyebabkan kanker.