Infonitas > Feature >

Megaproyek Triliunan Rupiah Penunjang Asian Games 2018

Selasa, 27 Februari 2018 | 14:30 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Muhammad Azzam

Pembangunan LRT Kelapa Gading-Velodrome
Foto : Malik Maulana

Pemerintah ingin menata Ibu Kota seperti negara-negara lain, untuk itu megaproyek triliunan rupiah penunjang Asian Games 2018 seperti LRT pun digelontorkan.

KELAPA GADING - Kelapa Gading, kawasan yang terkenal dengan sentra bisnis dan pemukiman elite sejak 2017 lalu berubah menjadi semrawut. Ini lantaran pemerintah sedang melakukan pembangunan infrastruktur transportasi, Light Rail Transit (LRT) dan Jalan Tol Dalam Kota, ruas Samanan-Pulogebang.

Megaproyek triliunan rupiah membuat wilayah yang semula tertata rapi, terpaksa akrab dengan kemacetan dan jalan penuh lubang. Tak sedikit pengguna jalan dan masyarakat setempat mengeluh bahkan mencaci maki saat melintas di kawasan Kelapa Gading.

LRT merupakan proyek penunjang Asian Games 2018. Megaproyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Pemerintah Pusat untuk jalur Kelapa Gading – Velodrome terdapat 6 stasiun.

Menurut Direktur Utama PT. Jakarta Propertindo (Dirut Jakpro) Satya Heragandi, titik-titik stasiun kereta ringan tersebut, antara lain Depo Kelapa Gading, Stasiun Mal Kelapa Gading, Stasiun Boulevard, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrain, dan Stasiun Velodrome.

“Ada enam stasiun nantinya di sana,” ujar Satya.

Pada 2018, proyek kereta ringan ini difokuskan pada pengerjaan jalur dan pengadaan kereta. Sedangkan, rencana pembelian rangkaian mulai dilakukan pada April 2018. "Testing and Commissioning ditargetkan mulai Mei dan Agustus 2018 sudah pengoperasian," ucapnya.

Dalam pengerjaan proyek yang baru saja mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 3,5 triliun ini mengerahkan sebanyak 1.900 pekerja dikerahkan untuk mengebut pengerjaan pembangunan lintasan tersebut. Saat ini, pada pembangunan lintasan kereta ringan tersebut tengah memasang grider box.

Adapun wilayah Kelapa Gading sebagai lokasi pembuatan depo proyek kereta cepat Light Rapid Transit (LRT) Velodrome - Kelapa Gading. Lahan tersebut merupakan tanah bekas kantor Dinas Pekerjaan Umum DKI.

Berdasarkan data yang diukutip dari general information WIKA, lintasan sepanjang 5,8 kilometer (km) ini nantinya akan menghubungkan Kelapa Gading hingga arena balap sepeda Velodrome di Jakarta Timur.  Rute yang dilewati antara lain Jalan Pegangsaan Dua sebagai depot, Jalan Raya Kelapa Nias, Jalan Kelapa Gading Boulevard, Jalan Kayu Putih Raya, dan Jalan Balap Sepeda Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur.

Dengan begitu, koridor ini akan memiliki 6 stasiun, yakni Stasiun depot di Jalan Pegangsaan Dua Kelapa Gading, stasiun Mal Kelapa Gading, stasiun Kelapa Gading Boulevard, stasiun Pulomas, Stasiun Pacuan Kuda hingga Stasiun Velodrome di arena balap sepeda Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur.

Mepet dengan Pagelaran Asian Games 2018

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pesimis jika proyek LRT dapat rampung tepat waktu. Sebab sarana penunjang Asian Games 2018 itu, saat ini masih terkendala gerbong kereta yang baru sampai Indonesia pada April 2018 mendatang.

“LRT ini emang  agak mepet karena Asian Games ini Agustus. Ini juga sudah dipercepat, program yang tadinya lima tahun jadi dua tahun. Dan tidak bisa lebih awal lagi karena menyangkut keamanan,” ujar Anies di Balai Kota.

Anies menambahkan, semua prasarana untuk LRT ini sendiri baru akan sampai seluruhnya di Jakarta April 2018. Kemudian kata Anies, semua proses sebelum resmi beroperasi mulai dari Instalasi hingga uji coba akan sangat mepet dengan perhelatan Asian Games.

“Velodrome sejauh ini sudah 69 persen, ditargetkan Juni 100 persen. Lalu equistrian pengerjaan konstruksi 88 persen, Desember tuntas. LRT sudah 42 persen ditargetkan selesai Agustus 2018,” imbuhnya.