Infonitas > Feature >

Masakan Kalimantan Bius Vlogger Asing

Senin, 8 Januari 2018 | 19:30 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Oktaviani

Vlogger Asing yang kepincut masakan Indonesia
Foto : istimewa

Vlogger asing bernama Fung Brother kepincut dengan masakan khas Kalimantan. Karena cita rasa yang menggugah selera.

TANJUNG PRIOK - Cita rasa masakan Indonesia seakan tidak pernah habis. Terbukti, vlogger kepincut dengan makanan olahan khas Kalimantan. Vlogger menjadi pekerjaan yang popular di dunia. Sudah tak terhitung banyaknya vlogger yang mengunggah berbagai keseharian mereka dan hobi yang mereka geluti. Salah satu jenis vlog yang banyak menarik subscriber adalah food vlogger alias vlogger spesialis makanan.

Di Indonesia sudah banyak nama-nama vlogger yang terkenal karena hobi makan. Kuliner Indonesia yang beragam membuat banyak sekali pilihan makanan yang bisa dicicipi. Namun, tak hanya food vlogger Indonesia yang senang makan makanan Indonesia.

Fung Brother adalah salah satu YouTuber yang popular dan sering mengunggah berbagai konten kreatif. Salah satu konten yang bikin laper adalah review mereka dalam menikmati berbagai makanan khas Asia. Duo komedian dan rapper ini juga sudah merasakan nikmatnya berbagai masakan khas Kalimantan.

Sebut saja, Ketupat Kandangan, Manday, Chai Kue, Bubur Pedas, Pengkang, Hekeng, Soto Banjar, Kalumpe, Bingka Barandam, Nasi Bekepor, Mie Sagu, Juhu Umbu Siwit, Sate Payau, Iwak Pakasam, Amparan Tatak, Kerupuk Basah, Ayam Cincane dan masih banyak lagi. Andrew dan David terlihat menikmati semua makanan yang disajikan. Es kopi ala Indonesia menjadi pilihan favorit dari dua bersaudara ini.

Kesulitan Temukan Masakan Kalimantan di Sunter

Berbeda halnya dengan para vlogger. Salah seorang warga Sunter, Jakarta Utara Estu Surya merasa tidak kesulitan jika ingin menghabiskan akhir pekan dengan berwisata kuliner. Pencinta masakan Indonesia itu lebih cocok dengan makanan-makanan khas Pontianak, Kalimantan.

Estu beranggapan kwetiau memiliki cita rasa berbeda jika terolah dengan bahan-bahan asli Pontianak. Untuk menikmatinya, dia tidak perlu jauh-jauh. Cukup bertandang ke restoran Siapakira yang berlokasi di Sunter Agung. Atau dia memilih jajan di warung kaki lima yang menyediakan kwetiau atau masakan khas Kalimantan.

“Memang agak sulit temuin yang asli, tapi di Sunter masih ada. Terkadang ya masak sendiri,” katanya kepada Info Sunter.

Untuk di kawasan Sunter, Jakarta Utara, masakan Kalimantan sangat jarang terlihat. Namun, ada satu restoran yang menyajikan khas Pontianak, sebut saja Restoran Siapakira. Mulai beroperasi 2009, Lucina Sadya bersama adik iparnya merealisasikan hobi memasak dengan membuka tempat kuliner.

Konsep menu yang tersaji di sini merupakan perpaduan antara masakan Jawa dan Pontianak Melayu. “Kebetulan, suami saya asal Pontianak, saya sendiri dari Semarang,” katanya.

Desain restoran mengusung konsep rumahan. Semua peralatan mulai dari kursi, meja, dan pernak-pernik lainnya memang dirancang seperti berada di rumah sendiri. Termasuk menu makanannya. Di bagian samping restoran juga terdapat toko roti.

Untuk menu andalan, Ayam Seroendeng,  Bandeng Goreng, Tumis Pakis, dan Ikan Asam Pedas adalah beberapa masakan yang sering dipesan oleh pelanggan. Soal rasa, tak perlu ragu. Perpaduan ikan patin, nanas dan bumbu rempah-rempah yang terdapat di menu Ikan Asam Pedas memang sangat pas  di lidah. Seperti sedang menyantap makanan di kampung halaman. Harganya cukup terjangkau, berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 68 ribu.

Sedangkan menu minumannya, antara lain Es Rujak khas Pontianak, Es Campur Mutiara, dan Es Campur Cincau, menu yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke restoran ini. Ingin santap menu kuliner khas Kalimantan dapat bertandang ke Sunter Agung, Gedung Sampoerna Strategic, atau Foodcourt Tower 77, Slipi.