Infonitas > Feature >

Kuatnya Rempah-Rempah Bikin Masakan India Kurang Populer

Senin, 8 Januari 2018 | 20:00 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Muhammad Azzam

Masakan Khas India di Le Mint Indian & Chinese Restorant
Foto : Malik Maulana

Olahan menu khas India dengan aroma rempah-rempah yang kuat bikin pencinta kuliner di Indonesia, khususnya Jakarta kurang menyukai.

TANJUNGPRIOK - Berbeda halnya dengan masakan khas Kalimantan yang membius vlogger asing, Fung Brother. Masakan India yang kental dengan bumbu rempah-rempahnya justru kurang populer di Ibu Kota. Meskipun peranakan negeri Taj Mahal banyak yang menghuni Jakarta, tetapi masih kalah tenar dengan masakan Asia lainnya, seperti Chinese, Jepang, Korea, atau western dan Nusantara.

Chef Chandra spesialis masakan middle west mengakui makanan India kurang populer di Jakarta. Penyebabnya, bumbu-bumbu untuk olahan makanan India terlalu keras bagi lidah pencinta kuliner pada umumnya. Sekilas, makanan India dari segi bumbu mirip dengan olahan khas Sumatera Barat atau Padang.

“Biasanya kalau India food leading di Butter Chicken, Buryani, kari, lemon cuisin masih leading ya. Aku rasa belum cukup ter-ekspose, aku akuin kurang populer, aroma kari yang kuat sekali dan orang enggak biasa,” katanya kepada Info Sunter.

Masakan yang lebih kental Cengkeh dan Gula merah pergerakannya masih lamban di Indonesia, khususnya Jakarta. Berbeda dengan Singapura dan Malaysia yang memang banyak peranakan India di kedua negara tersebut.

“Sebenarnya sama saja kayak masalan kita. Rempah-rempah kuat sekali,” katanya.

Gaet Konsumen dengan Berinovasi

Namun, kenyataannya di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Resto yang khusus menyajikan masakan India justru ramai konsumen. Le Mint Indian & Chinese Restorant yang di Sunter Garden Blok D8 No. 11 sejak hadir pada Febuari 2013, prospek usaha kuliner India semakin meningkat dan peminatnya tidak hanya orang India namun warga Indonesia maupun asing lainnya seperti China, Australia dan Korea pun sering datang menikmatinya.

"Selama buka beberapa tahun lalu prospeknya bagus dan terus meningkat sekitar 6-7 persen. Kalau untuk restoran India ini mereka yang memang setia dengan cita rasa khas India,"ungkap pemilik Le Mint & Chinese Restorant Shankar Sadarangani kepada Info Sunter.

Bagaimana tidak, masakan dengan racikan bumbu rempah-rempah memiliki aroma yang mencolok indera penciuman. Sebut saja, Garam Masala atau lebih dikenal juga dengan bumbu kering. Untuk Garam Masala, orang India membuat komposisinya dengan kapulaga yang dicampur kayu manis, cengkih, ketumbar, jintan, dan adas dalam bentuk bubuk.

Ada juga Sambar Masala, bumbu ini berupa campuran bumbu yang terdiri dari ketumbar, kunyit, cabai merah, jintan, merica hitam, kacang kacangan, adas manis, cengkih, pala, kayu manis, kapulaga, dan jahe kering.

"Seluruh yang sajikan home made tanpa bahan pengawet dan bumbunya diambil langsung dari India. Untuk bahan tidak ada kesulitan, kalau pun lagi kosong kita ambil dari Singapura atau beberapa bumbu dari Indonesia, karena kalau semua asli dari India terlalu berat komposisinya. Untuk harga terbilang masih terjangkau dengan rasa yang enak dan puas,"tuturnya.