Infonitas > Feature >

Kota Tangerang Mulai Dikepung Apartemen

Rabu, 21 Februari 2018 | 10:30 WIB

Editor : Ari Astriawan

Reporter : Ade Indra Kusuma

Lumina City, salah satu kawasan pengembangan berkonsep mix used development di Kota Tangerang.
Foto : istimewa

Letak strategis, keberadaan bandara internasional, dan harga tanah yang kian tinggi membuat proyek apartemen dianggap sebagai win-win solution.

TANGERANG - Pertumbuhan properti di Kota Tangerang memang tak se‘seksi’ Serpong. Namun gaungnya tetaplah kuat. Daya tarik Kota Tangerang mulai banyak dilirik pengembang properti skala besar. Pengembangan skala township mulai banyak dilakukan di kota seribu pabrik ini. Kawasan bisnis dan industri menjadi pendorong tingginya permintaan properti di Kota Tangerang dan sekitarnya. Sekarang, hunian vertikal mulai banyak kita jumpai.

Vice President Strategic Advisory Coldwell Banker Commercial Indonesia, Dani Indra, menduga salah satu pemicu pertumbuhan kawasan bisnis dan industri adalah misi Kota Tangerang menjadi Kota Seribu Industri Sejuta Jasa.

“Ini tentu berkorelasi dengan lonjakan jumlah penduduk dan permintaan hunian vertikal ditambah fasilitas yang tersedia di kota penyangga utama ibukota ini, mudah dijangkau,” kata Dani.

Keberadaan Bandara Soekarno Hatta di Kota Tangerang, tambah Dani, turut berperan memobilisasi penumpang. Selain itu, bandara juga mendorong distribusi keluar masuk barang antardaerah dan negara di seluruh Indonesia. Dani mengatakan, rata-rata pendatang di kota Tangerang merupakan profesional asing yang siap bekerja di kawasan kota, sehingga hanya hunian paling siap hunilah yang lebih menarik untuk ditempati pekerja tersebut. Apalagi huniannya berada satu kawasan pengembangan terintegrasi (mix used development).

Sementara itu, dari data Cushman & Wakefield Indonesia, sebanyak 175.266 unit apartemen baru, atau 72,9 persen dari total unit apartemen yang bakal dibangun di Jabodetabek, Tangerang akan menjadi pusat pembangunan apartemen baru dengan kontribusi mencapai 77.896 unit atau sekitar 32,4 persen. 

Menurut Anton Sitorus, Head of Research & Consultany Savills Indonesia dikutip dari tirto.id, salah satu Faktor yang menjadi penyebab utama pergeseran tersebut adalah harga tanah yang terlalu tinggi sehingga sudah tak mendukung untuk menjadi kawasan apartemen kelas menengah. "Sekarang sudah kearah pinggir Jakarta, bahkan untuk Tangerang kini juga sudah kearah pinggir seperti Ciledug, Jatiuwung, Jatake dan daerah perbatasan Kota Tangerang dan Tangerang Selatan," imbuhnya. 

Geliat apartemen yang terus meningkat di pinggiran Jakarta juga diakui Mahdiar, Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang, Banten. Dikatakan Mahdiar, pembangunan apartemen kini menyisir wilayah pinggir Kota Tangerang seperti Jatiuwung, Ciledug, Jatake dan Kebon Nanas lantaran banyak industri di wilayah tersebut.

“Apartemen di Tangerang saat ini memang sedang booming. Hunian vertikal itu menjadi barang investasi yang cukup diminati. Selain tidak jauh dari Jakarta, aksesibilitas jalan yang memadai juga menjadi alasan utama,” ujarnya. 

Menurut Roula Wirawan Marketing Manager Lumina City, keberadaan pabrik di sekitar Tangerang memicu pertumbuhan apartemen di Tangerang. Untuk apartemennya sendiri, lanjut Roula banyak yang memilih apartemen yang bersifat lengkap atau berada di kawasan superblock. "Warga Tangerang terutama di pinggiran seperti Jatiuwung ini membutuhkan tempat tinggal yang dekat dengan berbagai akses agar lebih mudah menjangkau untuk entertain dan sebagainya," imbuhnya. 

Hal senada diungkapkan Yoga Lim Marketing Manager Pohon Group. Kedepannya Kota Tangerang bisa saja menjadi salah satu pilihan tempat tinggal bagi banyak orang, ekspatriat ataupun warga lokal. "Perkembangan wilayah Tangerang menjadi entertaint city dan sesuai dengan keinginan Pemkot Tangerang mengembangkan LIVE tentu akan membuat orang tinggal disini dan perkembangan apartemen di pinggir kota tangerang juga akan semakin meningkat.siapa takut bangun apartemen di pinggir kota Tangerang,"tukasnya.