Infonitas > Feature >

Ketika Satgas Damkar Unjuk Gigi Jinakkan Api Dihadapan Pengunjung Mall

Senin, 4 Sepember 2017 | 18:30 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Adi Wijaya

Saat petugas praktek penangan kebakaran
Foto : Adi Wijaya

Kemarin siang, puluhan Satgas Damkar Kecamatan Tambora, Jakarta Barat menggelar cara memadamkan api saat kebakaran terjadi di halaman Mall Season City.

TAMBORA - Penampakan berbeda terlihat di halaman Mall Season City, pada Minggu (3/9/2017) kemarin. Lokasi yang berada di Jalan Prof. Dr. Latumenten, Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat itu nampak dihiasi warna oranye

Mereka merupakan Satuan Tugas (Satgas) Pemadam Kebakaran (Damkar) yang nampak ceria. Tawa-canda lepas terlontar melalui tiap senyumannya.  Namun, keceriaan itu tetap berfokus pada konsenterasi adu ketangkasan pemadaman api yang digelar Djarum Foundation.

Mulai dari pemadaman api dalam tong menggunakan karung goni, hingga menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di pertunjukkannya. Antar Satgas saling berlomba mendapatkan nilai terbaik dari para juri. Tak hanya itu, hadian uang pembinaan sebesar Rp 7,5 juta diperbutkannya menjadi pemenang juara satu.

"Jumlah peserta dalam kegiatan ini ada sebanyak 39 Satgas dari kecamatan Tambora dan Cengkareng," kata Budi Darmawan, Program Manager Bakti Sosial Djarum Foundation, saat ditemui di halaman Mall Season City, Jalan Prof. Dr. Latumenten, Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (3/9/2017).

Diterangkannya, acara tersebut beranjak dari nilai keberanian Satgas yang telah mampu memperjuangkan frekuensi penurunan tingkat kebakaran pada dua kecamatan itu. Tercatat, frekuensi angka kebakaran menurun dari 356 kali pada 2015 menjadi 266 kali pada 2016 lalu.

"Satgas ini juga telah berhasil memadamkan kebakaran 24 frekuensi angka kebakaran tanpa bantuan Damkar," terangnya.

Diajarkan Menjinakan Api saat Kebakaran

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasie) Publikasi dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pencegahan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Pemprov DKI Jakarta Saepulloh tak menapik adanya peranan penting Satgas yang berada pada tingkat RT/RW itu. Satuan yang dibangun melalui kesadaran masyarakat itu patut diapresiasi atas keberaniannya mampu memadamkan api.

"Memadamkan api itu tidak mudah. Butuh keberanian dan teknik yang dapat dilakukan dalam situasi terdesak," tukasnya.

Untuk terus memupuk teknik itu, dia menerangkan tak henti menggelar pelatihan. Serta membekalinya dengan APAR yang dapat digunakan dalam waktu cepat.

"Satgas ini merupakan garda terdepan kami. Mereka yang akan memadamkan api sejak awal timbul," terangnya.

Ditambahkannya, arus pendek korsleting listrik masih menjadi momok menakutkan dalam terjadinya peristiwa kebakaran. Tak jarang, peristiwa kebakaran terjadi akibat kelalaian penghuni rumah dalam merawat kabel listrik.

"Arus pendek korsleting listrik itu disebabkan pada kondisi kabel yang lapuk dan tidak Standar Negara Indonesia (SNI)," tambahnya.

Disamping korsleting listrik, dia mengatakan peristiwa kebakaran juga dapat disebabkan ledakan kompor. Kondisi kompor berkerak dan kabel regulator gas kendor juga kerap memicu peristiwa kebakaran.

"Di sini perlu adanya peran aktif masyarakat dalam kewaspadaan mencegah terjadinya kebakaran," imbuhnya.

Di lokasi sama, anggota Satgas Kelurahan Angke, Ahmad Iskandar (34) mengaku sangat antusias tiap bertugas memadamkan api. Meski awalnya takut, namun berbagai pelatihan yang dipelajarinya selama ini dapat memicu keberanian dalam memadamkan api.

"Intinya teknik pemadaman api harus dipahami. Sebab, salah bertindak dalam memadamkan api dapat mengancam keselamatan jiwa," tutupnya.