Infonitas > Feature >

Gedung Papak Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Bekasi

Senin, 11 Sepember 2017 | 16:30 WIB

Editor : Muhammad Saiful Hadi

Reporter : Leny Kurniawati

Gedung Papak Bekasi.
Foto : istimewa

Gedung Papak atau Gedong Papak, adalah salah satu bangunan yang menjadi saksi bisu Perjuangan rakyat Bekasi melawan penjajah.

BEKASI  - Jika Mendengar kisah heroik para pejuang kota Patriot melawan penjajah, maka kita akan teringat kembali jika melihat sebuah bangunan yang terletak Jalan Insinyur Haji Juanda No. 100, Desa Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, di atas tanah seluas 1,5 hektar. Luas bangunannya mencapai 2.500 meter persegi.

Bangunan yang oleh masyarakat sekitar disebut Gedong Papak ini dibangun tahun 1930. Gedong berarti rumah. Sedangkan kata papak berasal dari istilah pak-pak yang bermakna rumah yang atapnya tidak menggunakan genteng melainkan dibuat rata. Hal itulah yang menjadi ciri khas Gedung Papak.

Dahulu gedung ini dijadikan markas perjuangan rakyat yang dipimpin oleh KH. Noer Ali, bangunan ini dibangun tahun 1930 Oleh seorang saudagar Cina yang bernama Lee Guan Chin yang merupakan orang kaya didaerah tersebut, karena kedekatan Lee Guan Chin dengan KH. Noer Ali dan juga rakyat setempat maka ia dengan sukarela menyerahkan Gedung Papak kepada Kyai Haji Noer Ali untuk dijadikan markas para pejuang.

Usai perang kemerdekaan, pemerintah mengambil alih Gedung Papak dan menjadikannya sebagai rumah dinas walikota mulai tahun 1982. Sejak tahun 2004, pemerintah Bekasi menjadikan gedung tersebut sebagai tempat publik.

Lantai kedua menjadi Kantor Komisi Pemberantasan AIDS Bekasi.  Sedangkan lantai pertama dijadikan mushola sekaligus pusat kegiatan keagamaan. Tempat yang mampu menampung hingga 50 jamaah itu biasanya ramai saat bulan suci Ramadhan. Namun saat ini digunakan untuk kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (DUKCAPIL) Pemda Kota Bekasi

Untuk menuju gedung berhias keramik hijau tersebut, Anda cukup mengakses bus P9B dari Terminal Bekasi. Kendaraan umum tersebut melintasi Jalan Insinyur Haji Juanda tempat Gedung Papak berada.

Wacana renovasi kembali muncul setelah sebelumnya pernah diwacanakan akan direnovasi kemudian dijadikan museum digital, oleh Wakil Wali Kota Ahmad Syaikhu. Menurutnya supaya warga masyarakat dapat mengakses sejarah Bekasi secara cepat, mudah dan murah.

"Kita kaji dan diskusi dengan pak Walikota dulu, kalo beliau setuju bisa saja kita sulap jadi gedung museum digital tanpa mengurangi sejarahnya," tutup Syaikhu.

Kali ini renovasi akan dilakukan setelah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengunjungi gedung papak yang dijadikan Kantor Disdukcapil,  pada hari ini, Senin (11/9/2017). Menurutnya, dengan adanya renovasi akan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Gunanya yang pertama untuk memaksimalkan pelayanan dan tidak membuat penuh kantor,” ujar Rahmat Effendy, Senin (11/9/2017).