Infonitas > Feature >

Gedung Papak Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Bekasi

Senin, 11 Sepember 2017 | 16:30 WIB

Editor : Muhammad Saiful Hadi

Reporter : Leny Kurniawati

Gedung Papak Bekasi.
Foto : istimewa

Gedung Papak atau Gedong Papak, adalah salah satu bangunan yang menjadi saksi bisu Perjuangan rakyat Bekasi melawan penjajah.

BEKASI  - Jika Mendengar kisah heroik para pejuang kota Patriot melawan penjajah, maka kita akan teringat kembali jika melihat sebuah bangunan yang terletak Jalan Insinyur Haji Juanda No. 100, Desa Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, di atas tanah seluas 1,5 hektar. Luas bangunannya mencapai 2.500 meter persegi.

Bangunan yang oleh masyarakat sekitar disebut Gedong Papak ini dibangun tahun 1930. Gedong berarti rumah. Sedangkan kata papak berasal dari istilah pak-pak yang bermakna rumah yang atapnya tidak menggunakan genteng melainkan dibuat rata. Hal itulah yang menjadi ciri khas Gedung Papak.

Dahulu gedung ini dijadikan markas perjuangan rakyat yang dipimpin oleh KH. Noer Ali, bangunan ini dibangun tahun 1930 Oleh seorang saudagar Cina yang bernama Lee Guan Chin yang merupakan orang kaya didaerah tersebut, karena kedekatan Lee Guan Chin dengan KH. Noer Ali dan juga rakyat setempat maka ia dengan sukarela menyerahkan Gedung Papak kepada Kyai Haji Noer Ali untuk dijadikan markas para pejuang.

Usai perang kemerdekaan, pemerintah mengambil alih Gedung Papak dan menjadikannya sebagai rumah dinas walikota mulai tahun 1982. Sejak tahun 2004, pemerintah Bekasi menjadikan gedung tersebut sebagai tempat publik.

Lantai kedua menjadi Kantor Komisi Pemberantasan AIDS Bekasi.  Sedangkan lantai pertama dijadikan mushola sekaligus pusat kegiatan keagamaan. Tempat yang mampu menampung hingga 50 jamaah itu biasanya ramai saat bulan suci Ramadhan. Namun saat ini digunakan untuk kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (DUKCAPIL) Pemda Kota Bekasi

Untuk menuju gedung berhias keramik hijau tersebut, Anda cukup mengakses bus P9B dari Terminal Bekasi. Kendaraan umum tersebut melintasi Jalan Insinyur Haji Juanda tempat Gedung Papak berada.

Wacana renovasi kembali muncul setelah sebelumnya pernah diwacanakan akan direnovasi kemudian dijadikan museum digital, oleh Wakil Wali Kota Ahmad Syaikhu. Menurutnya supaya warga masyarakat dapat mengakses sejarah Bekasi secara cepat, mudah dan murah.

"Kita kaji dan diskusi dengan pak Walikota dulu, kalo beliau setuju bisa saja kita sulap jadi gedung museum digital tanpa mengurangi sejarahnya," tutup Syaikhu.

Kali ini renovasi akan dilakukan setelah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengunjungi gedung papak yang dijadikan Kantor Disdukcapil,  pada hari ini, Senin (11/9/2017). Menurutnya, dengan adanya renovasi akan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Gunanya yang pertama untuk memaksimalkan pelayanan dan tidak membuat penuh kantor,” ujar Rahmat Effendy, Senin (11/9/2017).

 

 


 
 
 
Infonitas > Feature >

Perjuangan Warga Bekasi Ikut Program Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 22 November 2017 | 17:00 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Yusuf Bachtiar

Kondisi rumah milik Budi yang roboh dimakan usia.
Foto : Yusuf Bachtiar

Tiga kali mengajukan permohonan rumah tidak layak huni namun tak kunjung mendapatkan hasil. Sampai akhirnya, rumah milik warga Bekasi ini roboh.

BEKASI - Budi Arianto, salah satu warga Gang Saimun, RT 02/08 Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi harus menahan pilu ketika rumah yang didiaminya mulai lapuk dimakan usia.

Bagian atap bangunan rumah miliknya mulai roboh lantaran kuda-kuda penyangga atap tak mampu lagi menahan beban.

Menurutnya, tanda-tanda kerusakan sudah muncul sejak Juli tahun lalu, namun pada, Selasa (21/11) kemarin kerusakan semakin parah. Alhasil, bagian belakang rumah tepatnya ruangan dapur rusak, atap bangunan amblas.

“Rusaknya sudah lama karena memang bangunan tua. Mau dibenerin tetapi tak ada uang," bebernya kepada Infonitas.com, Rabu (22/11/2017).

Diakunya, sejak 2014 sudah mengajukan persyaratan untuk mengikuti program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).  Segala persyaratan pun sudah diajukan ke pihak RT untuk kemudian diteruskan ke Kelurahan. Namun sayang, usahanya tak menuai hasil lantaran terkendala administratif.

"2014 mengajukan tapi waktu itu tidak ada Akte Jual Beli jadi tidak bisa diurus," bebernya.

Tak menyerah, setahun kemudian dia kembali mengajukan program yang sama. Berharap, rumah tempat tinggal yang sekarang dihuni bersama satu orang keponakan bisa dipugar agar lebih layak.

"Tahun 2015 mengajukan lagi, tapi lagi-lagi enggak bisa karna kendala administratif lagi padahal sudah ada AJB saat itu," akunya.

Tak pantang arang, di tahun 2016 diapun kembali mengajukan program bantuan rutilahun. Lagi-lagi dia harus gigit jari, pasalnya di tahun 2016 program tersebut sudah diajukan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Hingga akhirnya di tahun ini, rumah tua peninggalan neneknya tak mau lagi berkompromi. Atap yang mulai usang akhirnya roboh dimakan usai, dia pun berharap pihak Pemkab Bekasi mau melihat kondisi rumahnya

 


 
 
 
Infonitas > Feature >

Menanti Upah Layak 2018

Senin, 20 November 2017 | 16:30 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Wahyu

Massa SPSI Kota Kabupaten Bekasi siap memperjuangkan upah buruh layak, termasuk kenaikkan UMK Bekasi 2018 hingga sebesar 10 persen.
Foto : Leny Kurniawati

Buruh terus memaksa Anies-Sandi merevisi penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018. Mereka menilai, nilainya masih jauh dari layak.

JAKARTA – “Anies-Sandi Pembohong”. Kata-kata itu lantang diteriakkan para buruh saat berunjuk rasa di Balai Kota, Jumat (10/11/2017). Bahkan, hingga berulang-ulang dalam satu komando. Bukan tanpa sebab atau asal tudingan. Mereka merasa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno telah mengingkari kontrak politik soal upah layak.

Pada April  lalu, tepatnya saat kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, Anies-Sandi meneken kontrak politik dengan Koalisi Buruh Jakarta di Aula Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan. Kontrak itu dikenal dengan sebutan Sepultura atau Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat yang salah satu poinnya membahas besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

Anies-Sandi berjanji akan menetapkan UMP lebih tinggi dari ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, melalui mekanisme Dewan Pengupahan, serta menetapkan upah sektoral, struktur dan skala upah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Sayangnya, pada Rabu (1/11/2017) malam, Anies mengumumkan bahwa besaran UMP DKI 2018 hanya Rp 3.648.035. Memang besarannya naik 8,71 persen, dari sebelumnya. Namun, tetap saja, masih di bawah tuntutan buruh, yakni Rp 3.917.398.

“Baru dua minggu jadi pemimpin saja sudah ingkar. Kami kecewa,” kata Arif, perwakilan buruh yang ditemui infonitas.com di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Jumat (10/11/2017).

Rekan buruh lainnya, Tohenda berpendapat sama. Anies-Sandi terkesan menganaktirikan pendapat buruh. Mereka hanya melibatkan buruh untuk survei pasar terkait UMP pada 27 Oktober 2017, tetapi tidak mengajak berdiskusi dalam proses penetapannya.

“Pada 31 Oktober lalu telah ada penandatanganan kesepakatan, dengan mengajukan tiga angka. Dari pemerintah Rp 3,648 juta, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Rp 3,648 juta, dan buruh Rp 3,917 juta. Semestinya gubernur bijak, tetapi yang terjadi, pada 1 November tanpa berdiskusi dan memanggil perwakilan buruh, kedua pemimpin Ibu Kota itu menetapkan UMP 2018 sebesar Rp 3,6 juta,” tuturnya.

“Kita sangat kaget. Bagaimana hati seorang Gubernur apakah peduli terhadap buruh atau dia hanya mementingkan pengusaha karena kebetulan Sandi adalah pengusaha. Katanya kotanya maju terus buruhnya sejahtera,tapi mana buktinya, dia ingkar janji, dia bohong," lanjut, koordinator aksi buruh KIP tersebut.

Pemprov Menjawab

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyayangkan banyak masyarakat yang tidak setuju dengan besaran UMP DKI Jakarta.  Padahal, Pemprov DKI Jakarta sudah mencari jalan tengah hingga tercetus angka tersebut.

"Yah, ini yang kadang membuat sedih dan terenyuh, karena tentunya pengambil keputusan sudah mempertimbangkan berbagai faktor. Kami berusaha mengambil jalan tengah," ujarnya di Balai Kota, Jakarta, Kamis (2/11/2017) malam.

Menurut dia, ada 15 acuan yang digunakan dalam penentuan UMP. Namun, berdasar pertimbangan gubernur, jumlahnya mengerucut hingga hanya beberapa aturan saja.

Antara lain, PP 78/2015 dan hasil survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dirancang badan pengupahan.

“Survey KHL ini juga sempat revisi. Awalnya, hanya Rp 3,1 juta. Tapi unsur pekerja minta penambahan item KHL, seperti sewa kamar atau kos, transportasi, listrik. Ini pun dipakai hanya sebagai pembanding. Formulanya tetap PP 78/2015, dari pertumbuhan ekonomi triwulan III 2016 hingga triwulan II 2017 dan inflasi tahunan per September 2017,” tuturnya, Kamis (2/11/2017).

Sandiaga memastikan akan memegang teguh janjinya saat kampanye.
"Kami tidak akan pernah lari dari komitmen untuk menyejahterakan kaum pekerja. Kalau angka itu mau bilang fair apa enggak, punya posisi masing-masing, pemerintah memenuhi kewenangan, kami mengakomodir semua masukan, ini keputusan yang kami harapkan bisa bantu kaum pekerja,” imbuhnya.

“Yang pasti, kami hadir untuk berikan solusi. Dari penghasilan mereka dan penurunan biaya hidup teman-teman. Kalau dihitung adalah sebagai bukti bahwa Anies-Sandi berpihak ke kaum lemah, yang termarjinalkan," pungkasnya.

Serupa di Kota Penyangga

Tidak hanya di Jakarta, tarik ulur penetapan upah provinsi juga terjadi di kota-kota penyangga Ibu Kota. Bekasi contohnya. Dewan Pengupahan Kota Bekasi memutuskan Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi 2018 naik sebesar 8,71 persen. Dengan begitu, standar upah buruh di Kota Patriot naik menjadi Rp 3.914.933.

“Nilai yang lumayan besar,” kata Ketua Harapan Indah Business Women Club (HIBWC) Grace Rosaline Tjandra. Terlebih, bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dia khawatir, bila nilai itu dipukul rata, nasib para pelaku UMKM akan terkatung. “Tentu memberatkan. Mereka biasanya memberikan upah staf dengan tingkat kemampuan dan level. Jadi, tidak berpatokan UMK. Masih banyak juga UMKM kecil menengah semisal di Harapan Indah yang tidak mengikuti standar UMK Bekasi.

Ada baiknya, Pemkot Bekasi juga terus berupaya maksimal mendorong geliat bisnis UMKM sehingga bisa tetap eksis dan bisa memberikan lapangan pekerjaan dengan standar gaji yang layak. “Fokusnya ke pengembangan dan promosi. Apalagi, sekarang toko online mulai marak.”


 
 
 
Infonitas > Feature >

Sebulan Jadi Wakil Gubernur, Begini Style Sandiaga uno

Jumat, 17 November 2017 | 11:30 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Yatti Febriningsih

Wagub DKI Sandiaga Uno sehabis jogging, Jumat pagi.
Foto : Yatti Febriningsih

Sebelum terjun ke politik dan menjadi wakil gubernur, sosok Sandiaga Uno sudah menjadi perhatian. Pengusaha sukses dan putra dari mantan menteri.

JAKARTA – Hari ini, Jumat (17/11) tepat sebulan Sandiaga Uno berkantor di Balai Kota DKI Jakarta yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Jauh sebelum menjadi wakil gubernur, sosok putra Mien Uno ini beberapa kali menyita perhatian, terutama sepak terjang kesuksesan bisnisnya lewat bendera Saratoga investama bersama sejumlah koleganya, satu di antaranya Edwin Soeryadjaya.

Setelah menyita perhatian selama masa kampanye, sosok Sandi pun selalu mampu menarik perhatian sejak resmi menjabat sebagai wakil gubernur. Mulai dari aksi copot atribut pakaian dinas usai pelantikan, hingga kebiasaannya berlari menuju Balaikota DKI Jakarta. Berikut beberapa di antaranya.

Copot Atribut Usai Dilantik

Usai dilantik bersama Anies Baswedan di Istana Negara, Anies kemudian mengikuti gelaran pesta rakyat yang digelar malam harinya di Balaikota DKI Jakarta. Sandi mencuri perhatian lantran mencopot satu per satu atribut pakaian dinas yang digunakannya dalam pelantikan. Mulai dari topi, jas putih pakaian dinas, dasi, lencana, papan nama hingga sepatu.

"Saya sengaja melepas ini karena Wagub harus menyatu dengan rakyat, tidak ada jarak, menyapa rakyat dan menjadi bagian dari rakyat," ujar Sandi usai memberikan semua atributnya, di Balai kota DKI Jakarta, Senin (16/10). 

Langgar Pergub DKI Jakarta No.38 Tahun 2016

Hari pertama berkantor di Balai Kota, kembali Sandi menyita perhatian lantaran gaya berpakaiannya. Datang bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta mengenakan PDH berwarna cokelat. Sandi dinilai melanggar Pergub DKI Jakarta No.38 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas. Pangkalnya, Sandi tidak mengenakan sepatu pantofel warna hitam dan tidak mengenakan ikat pinggang. Hari itu, Sandi mengenakan sepatu lari 910 lansiran SandiUno, produk UMKM binaan OK OCE.

"Karena kadang-kadang kan pantofel susah buat jalan mobilisasi. Buat saya, kalau dirasa aturan itu udah nggak sesuai, ya harus diubah. Kalau misalnya ini, kan kita harus fleksibe,. Kalau kita nggak bisa lihat perkembangan zaman, kita akan ketinggalan. Saya masih cari karena mobilitas tinggi. Pagi-pagi saya lari, jadi ya nanti disesuaikanlah " ujarnya di Balai kota DKI Jakarta, Rabu (18/11/2017). 

Tidak hanya masalah sepatu yang menjadi perhatian, Sandiaga diketahui juga terlihat mengenakan sebuah gelang karet di pergelangan tangan kanannya. Namun, Sandi tetap mempunya jawaban sendiri ketika awak media coba mencari tahu soal gelang bewarna merah tersebut. “Gelang ini program yang saya support dari Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Bahwa kita harus ramah anak , perempuan. Karenna Indonesia ini adalah nomor 9 terburuk di dunia untuk keselamata perempuan dan anak. Jadi, ini bentuk kepedulian saya terhadap anak,” jelasnya.

 

Sayembara Sepatu

Terkait dengan kebiasaannya menggunakan sepatu kets yang menjadi sorotan, bahkan sempat ditegur oleh salah satu pimpinan DPRD DKI Jakarta. Sandi pun menggelar sayembara mencari pantofel yang cocok untuk dirinya. Sayembara ini langsung menuai perhatian, lantaran pemenangnya akan dikirm ke Italia untuk belajar membuat sepatu. Seluruh uang dalam sayembara ini berasal dari kantong pribadinya.

 “Sepatu saya tidak sesuai dengan Pergub No 23 tahun 2016. Terimakasih temen pers angkat terus, akhirnya saya ditegur salah satu pimpinan DPRD dan akhirnya saya putuskan melakukan sayembara sekalian juga untuk pompa bantu semangat UMKM yang gerak di bidang sepatu yang sedang lesu. Pemenangnya bisa dapat insentif bisa melihat kunjungan, tapi UMKM juga yang di Italia," katanya dalam acara launching sayembara sepatunya di creative hub, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/11).

Hidup Sehat dan Inspiring

Sebagai pengusaha yang kini terjun ke dunia politik dan birokrasi, gaya Sandi tentu langsung menyita perhatian. Latar belakang sebagai pengusaha sukses dengan wajah tampan, membuat Sandi banyak menuai pujian. Kemudian, hobi berlari ayah tiga anak ini juga menjadi perhatian. Bahkan, Sandi sempat berjanji akan selalu menyempatkan berangkan kerka ke kantornya dengan cara berlari. Dan selama menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI sebulan ini, Sandiaga membuktikan janjinya. "Kita memulai gerakan Run to Work gerakan ke kantor seminggu sekali, untuk mengurangi kemacetan sekalian melakukan pengecekan trotoar-trotoar dan hari ini dimulainya," kata Sandi di Monas, Jumat , (20/10).


 
 
 
Infonitas > Feature >

PN Bekasi, Eksekusi Lahan dan Jerat Harta Gono Gini

Kamis, 16 November 2017 | 14:45 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Leny Kurniawati

Suasana eksekusi lahan milik Umi Ana Rofiah di kawasan Delta Silicon, Kabupaten Bekasi.
Foto : Leny Kurniawati

PN Bekasi menetapkan status Sita Eksekusi dan Sita Marital dalam proses eksekusi lahan di Kawasan Delta Silicon di Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi.

BEKASI – Puluhan pria dari salah satu suku di Indonesia Timur tampak berjaga di balik pagar hijau yang mengelilingi bangunan dan tanah bekas pabrik seluas 2.528 meter persegi mili Umi Ana Rofiah di kawasan Delta Silicon, Lippo Cikarang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/11).

Mereka berjaga, lantaran siang kemarin petugas juru sita PN Bekasi akan melakukan eksekusi lahan dan bangunan tersebut, lantaran berstatus sita eksekusi. Lucunya, aset yang sama juga berstatus sita marital. Dan, kedua status tersebut sama-sama dikeluarkan oleh PN Bekasi.

Sempat terjadi ketegangan, meski akhirnya eksekusi tersebut berhasil dilaksanakan, setelah sebelumnya Wakapolrestro Bekasi AKBP Putu Putra Sadana berhasil meredakan ketegangan.

Eksekusi lahan berstatus ganda ini bermula dari perceraian antara Umi Ana Rofiah dengan sang suami Paul Stephanus. Pengacara Ana, Ahmad Junaedi menuturkan, status sita marital lebih dahulu ditetapkan atas lahan dan gedung tersebut, lantaran termasuk dalam pembagian harta gono-gini perceraian kliennya dengan Paul.

“Jadi begini, saat proses perceraian berlangsung, ada pembagian harta gono-gini sesuai dengan putusan PN Surabaya, dimana lahan dan gedung tersebut masuk di dalamnya. Karena lokasinya di Kabupaten Bekasi, maka penetapannya lewat PN Bekasi yang kemudian meletakkan stastus Sita Marital berdasarkan Penetapan No.03/MB.Del/2017/PN.Bks jo Nomor 560/Pdt/G/PN.Sby tertanggal 24 Maret 2017,” paparnya, Kamis (16/11).

Permasalahan menjadi rumit setelah belakangan diketahui tanah dan bangunan tersebut sebelumnya sudah dijaminkan oleh Paul ke salah satu bank swasta nasional untuk memeroleh dana pinjaman, sebelum proses perceraian berlangsung. Ironisnya, Paul tidak bisa melunasi pinjamanna dan berujung pada penyitaan. Oleh Bank, aset tersebut dilelang dan dimenangkan oleh PT Citra Langgeng Sentosa. Namun, hingga akhirnya dieksekusi, lahan dan bangunan tersebut belum bisa dimanfaatkan oleh pemenang lelang.

Jadilah status lahan dan bangunan yang ditaksir memiliki nilai sebesar Rp 19 miliar tersebut makin rumit, setelah pemenang lelang melakukan gugatan dan memenanginya, sehingga PN Bekasi menetapkan stastus sita eksekusi. “Kien kami keberatan dengan eksekusi, karena masih mempunyai hak atas aset tersebut yang merupakan bagian gono-gini dan sudah ditatapkan sita marital. Ini kan berarti plin-plan, ada status sita marital, ada status sita eksekusi. Ini yang akan kami laporkan ke Mahkamah Agung,” tegas Junaedi.

Menurut Junaedi, sita mariital atas lahan dan bangunan ini adalah putusan PN Surabaya. PN Bekasi hanya didelegasikan melakukan sita marital. Biarkan kasus sita marital berjalan. PN Bekasi melakukan eksekusi atas putusan lelang. Junaedi melanjutkan, atas lelang yang dilakukan bank dan PN Bekasi, pihaknya mengaku keberatan dan sudah diajukan, namun diacuhkan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Bahkan, pemenang lelang juga sudah bisa melakukan balik nama status lahan dan bangunan tersebut di BPN Bekasi.

“Nilai lelangnya juga jauh di bawah ketetapan Menteri Keuangan, bahwa nilai lelang tidak boleh terlalu jauh dari nilai pasar. Ini nilainya sekira 19 miliar, sementara harga lelangnya hanya sekira Rp 6 miliar. Makanya kami akan perjuangkan eksekusi lahan oleh PN Bekasi yang banyak kejanggalan ini hingga titik darah penghabisan,” tegasnya.


 
 
 
Infonitas > Feature >

Keseruan Festival Kuliner Archipelago International di Bekasi

Selasa, 14 November 2017 | 15:30 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Leny Kurniawati

Konferensi pers penyelenggaraan Festval Kuliner Archipelago International.
Foto : Leny Kurniawati

Sebagai festival kuliner internasional, kegiatan ini juga dihelat oleh Achipelago International di Aston Kuta Hotel & Residence serta Aston Yogyakarta.

BEKASI - Archipelago International, perusahaan manajemen hotel dengan perkembangan tercepat di Indonesia, dengan bangga mengumumkan kembalinya Festival Kuliner tahunan, yang akan diadakan di Aston Imperial Bekasi Hotel dan Conference Center.

"Sebagai salah satu event terbesar di Archipelago International, Festival Kuliner kembali menghadirkan para chef dan bartender yang bertalenta dan juga pengagas F&B yang berasal dari lebih dari 130 hotel dibawah manajemen Archipelago International. Kompetisi tahunan akan menghadirkan talenta dan bakat para partisipan kedalam pertarungan memperebutkan gelar terbaik di dalam tiga kategori yang berbeda, termasuk Kompetisi Memasak ‘Black Box’, Kreasi Koktail & Moktail, dan Kompetisi Konsep Food Truck," ungkap A.S Windoe selaku Coirporate Executive Chef West Indonesia.

Menurut Windoe, kompetisi Memasak ‘Black Box’ akan memberikan setiap kontestan sebuah kotak yang berisi bahan-bahan yang sama. Tantangannya tersebut yaitu guna menghasilkan masakan yang lezat dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di dalam kotak saja. Ketika bahan tersebut diberikan, setiap kontestan diberikan batas waktu untuk menciptakan menu mereka dan mempersiapkan masakannya.

"Kreasi Koktail & Moktail adalah sarana spesial bagi para bartender untuk menguji kemampuan serta memperlihatkan keahlian dan bakat mereka dalam membuat  ramuan koktail dan moktail. Kontestan akan menyajikan koktail & moktail hasil kreasi mereka kepada para juri," tuturnya.

Lanjut Windoe, untuk kompetisi Konsep ‘Food Truck’ adalah tantangan terbaru yang secara khusus dibuat untuk acara tahun ini. Terinspirasi dari perkembangan tren terbaru di dunia kuliner urban Indonesia, setiap kontestan akan menunjukkan talenta mereka dalam membuat kudapan atau makanan ala Food Truck terbaik dan paling kreatif yang dapat disajikan. Mereka juga harus menunjukkan bakat mereka dalam mengolah makanan selama kompetisi berlangsung.

Sementara itu, para juri yang ikut serta dalam kompetisi tahun ini termasuk di dalamnya level manajemen tertinggi di Archipelago International, seperti CEO dan President John M. Flood, Director of Operations Winston Hanes dan juri MasterChef dan Top Chef Indonesia Vindex Tengker.

"Kami sangat tidak sabar untuk menyambut acara terbesar tahun ini dengan menampilkan bakat dan kreativitas dari para chef dan bartender kami. Setiap tahun, kualitas dan kreativitas makanan dan minuman yang ditampilkan tidak pernah gagal untuk membuat saya kagum. Berbagai pilihan menu yang ada di seluruh hotel kami lezat, tapi melalui kompetisi ini, kami memberi mereka kesempatan untuk membuat suatu kejutan dan menunjukkan talenta mereka, hal tersebut adalah salah satu kebanggaan kami,” ujar Winston Hanes, Director of Operational Archipelago Internasional.

Para partisipan yang mewakili seluruh brand yang berada di bawah manajemen Archipelago International berhak untuk berpartisipasi dalam kompetisi yang diadakan di tiga lokasi yang berbeda. Kompetisi pertama telah diadakan di Aston Kuta Hotel and Residence pada tanggal 21 Oktober 2017 untuk hotel yang berada di kawasan Indonesia Timur, diikuti dengan Grand Aston Yogyakarta pada tanggal 4 November 2017 untuk hotel yang berada di kawasan Indonesia Tengah, dan penutup kompetisi diadakan di Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center pada tanggal 14 November 2017 untuk hotel yang berada di kawasan Indonesia Barat.

Para pecinta kuliner dan sosial media dapat memilih pemenang favorit Festival Kuliner Archipelago International versi  mereka dengan mengikuti cerita di Instagram atau menggunakan tagar #CulinaryFestive2017 dan #ArchipelagoInternational. Orang pertama yang berhasil menebak pemenang akan memenangkan uang tunai sejumlah Rp 5 juta yang diumumkan pada akhir acara. 


 
 
 
Infonitas > Feature >

Dilema UMK Bekasi vs Kelayakan Upah Buruh

Kamis, 9 November 2017 | 10:00 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Leny Kurniawati

Massa SPSI Kota Kabupaten Bekasi siap memperjuangkan upah buruh layak, termasuk kenaikkan UMK Bekasi 2018 hingga sebesar 10 persen.
Foto : Leny Kurniawati

Regulasi penetapan UMK Bekasi tumpang tindih. Upah Buruh yang ditetapkan merupakan standar untuk buruh yang masih lajang.

BEKASI – Jarum jam menunjukkan pukul lima sore, saat Haryanto (35) asyik menyeruput segelas kopi ditemani 2 potong goreng, di salah satu sudut Kantor Dinas Sosial Kota Bekasi, Rabu (8/11). Mata dan jarinya sesekali disibukkan dengan telepon seluler miliknya. Tak jarang jidatnya mengerut sambil bergumam pelan. Ya, Haryanto tengah menunggu teman-temannya sesama buruh yang tergabung dalam SPSI Kota Kabupaten Bekasi yang tengah membahas UMK Bekasi 2018 di Dinsos Kota Bekasi. Seringkali dipandang sebagai kelas masyarakat pekerja, penetapan upah buruh pada kenyataannya menyita waktu dan bisa memerangruhi roda perekonomian.

“Ini masih ngikutin perkembangan UMK Kota Bekasi mas. Masih dirundingkan kata teman di SPSI, jadi masih harus menunggu dulu. Yah, lumayan deg-degan lah nunggunya berapa nanti yang akan kita terima, kan sudah bisa dihitung,” jelas pria satu anak yang bekerja di salah satu pabrik produsen mie ini.

Sehari-hari, Haryanto bekerja sebagai tenaga administrasi, termasuk bersentuhan langsng dengan pada pemasok terigu untuk bahan baku produksi tempatnya bekerja. Sehari ini bekerja selama delapan jam dengan 6 hari kerja seminggu. “Ya termasuk kurang. Kalau dibilang defisit, ya defisit,” tukasnya.

Pria yang tinggal di Ujung Harapan, Kota Bekasi ini menuturkan, kendati memeroleh berbagai tunjangan dari perusahaan, nominal keseluruhannya yang tidak mencapai Rp 500 ribu dirasa jauh dari mencukupi bagi pekerja yang sudah berkeluarga seperti dirinya. “Standar upah layak yang dipakai saat ini merupakan standar bagi pekerja lajang. Kalau yang sudah berkeluarga seperti saya, ya kurang relevan mengikut upah minimum,” sungutnya.

Tak hanya soal standar, Haryanto pun menyayangkan tumpang tindihnya regulasi dan landasan hukum dalam menetapkan upah buruh yang dipakai oleh Dewan Pengupahan dalam menetapkan UMK Bekasi. “Peraturan yang pertama menggunakan aturan Kementerian Ketenagakerjaan, itu baik bagi pekerja. Nah satu lagi, PP No.78 tahun 2015. Di situ komponen kebutuhan hidup layak pekerja dikesampingkan. Itu yang terus kami perjuangkan,” tegasnya.

Haryanto mengakui jika kondisi saat ini pun tidak terlalu bersahabat bagi seluruh sektor bisnis. Namun di sisi lain, jika kenaikkan beragam harga kebutuhan tidak diikuti dengan kenaikkan upah, tentu akan menyusahkan pekerja dengan keluarganya. “Tapi kalau naiknya cuma Rp 100 ribu – Rp 200 ribu, sama saja kami harus menerima kenyataan pahit,” getirnya.

Bersama rekan-rekannya, Haryanto terus berjuangan dan berharap upah buruh bisa disesuaikan dengan kebutuhan hidup layak. Selama ini, buruh sudah lama menunggu besaran UMK Bekasi belum seperti yang diharapkan. “Kami sudah capek selama ini kepentingan dan masukkan buruh hanya ditampung, tidak diakomodir. Pemerintah baru mengakomodir keinginan perusahaan saja,” kesalnya.
 


 
 
 
Infonitas > Feature >

Kepuasan Konsumen Motto Utama Penyedia Jasa Desain Interior

Rabu, 8 November 2017 | 15:00 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Muhammad Azzam

Konsep desain dari Cipta Graha
Foto : istimewa

Pelaku usaha penyedia jasa desain interior di kawasan Kelapa Gading dan Sunter lebih mengutamakan kepuasan konsumen. Caranya, mengikuti segala permintaan klien dengan rutin menjalin komunikasi pada setiap detail pengerjaan.

KELAPA GADING - Perkembangan desain interior memang tak akan berhenti sampai disini. Tren desain interior akan selalu melahirkan sesuatu yang baru dan segar. Juga tak dapat dipungkiri bahwa tren desain interior yang lebih ramah lingkungan akan terus mendominasi hingga waktu yang sangat lama. Lantas bagaimana dengan perusahaan yang menyediakan jasa desain interior di Kelapa Gading dan Sunter.

Cipta Graha

Cipta Graha perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur, desain interior, dan pembangunan selalu ingin memberikan kepuasan kepada klien saat menggunakan jasanya. Selalu memberikan desain yang eksklusif dengan bangunan berkualitas dan harga yang pantas, menjadi sebuah komitmen sang pemilik Cipta Graha Bambang Ekajaya.

Agar hasil sesuai selera dan diharapakan klien, maka dibutuhkan komunikasi yang baik. Terkadang interpretasi orang berbeda terkait bentuk desain. Terlebih ada klien belum tahu wujudnya seperti apa, hanya bayang-bayang. Untuk itu, tugas penyedia jasa desain interior adalah menjelaskan komposisi desain dengan detail agar klien tidak memahaminya sepotong-potong.

Toh pada akhirnya klien kan melihat hasil akhir desain itu sendiri," kata ungkap pria yang aktif selama 21 tahun di Perusahaan Persatuan REI DKI Jakarta.

Sebagai penyedia jasa desain interior wajib memberikan kepuasan kepada konsumen. Yakni memberikan hasil desain dari setiap pengerjaannya dengan detail. Sehingga tidak sekadar dibangun tetapi memperhatikan proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan secara rinci, serta memiliki keindahan. Tentu saja kualitas yang baik dan harga pantas. Komitmen kepada klien dan kepemilikan modal yang cukup.

Tantangan penyedia jasa desain interior ke depan lebih besar. Yakni mengembangkan bisnis serta menghadapi persaingan. Pastikan pengetahuan dan skill tentang bisnis desain interior agar tidak terlindas oleh para pesaing.

Alucraf Architectural Product

Sopheline Suparman, owner Alucraf Architectural Product mengatakan, masyarakat sudah meninggalkan kayu dan besi untuk bahan eksterior dan interior pada rumah mereka. Hampir 90 persen masyarakat beralih menggunakan bahan alumunium untuk rumahnya. Sejak awal hadir pada 2010, minat masyarakat semakin tinggi menggunakan alumunium sebagai bahan eksterior dan interior. Seperti kusen pintu, jendela, pintu panel, atap buka tutup, swing jungkit, pagar, dan lainnya. Untuk harga memang terbilang lebih mahal dari pada besi maupun kayu tapi kalau dilihat untuk jangka panjang, tentunya aluminium akan terasa lebih murah.

“Kalau kayu sulit mendapatkannya, cepat rusak juga. Karena rayap. Besi pun demikian, cepat keropos, karatan, dan catnya mudah kusam. Beda dengan alumunium. Kuat, tahan lama, tidak keropos ataupun catnya pudar. Bisa dibilang no maintenance. Bisa awet selamanya. Bahkan, kalau pindahan pun masih bisa dipakai. Tinggal cabut, lalu pasang lagi,” ungkap pemilik perusahaan yang bergerak di bidang produksi, penjualan, dan pemasangan alumunium ini.

Perusahan yang berdiri sejak 2010 dan bergerak di bidang produksi, penjualan, dan pemasangan alumunium. Fokus market pada penjualan bahan alumunium untuk keperluan eksterior maupun interior. Seperti kusen pintu, jendela, pintu panel, swing jungkit dan pagar.

H’afele Indotama

H’afele Indotama, perusahaan penyedia jasa interior di kawasan Sunter ini merupakan pelopor dalam dunia furnitur teknologi. Mengedepankan riset bidang teknologi furniture, sehingga setiap meter persegi dari ruang yang tersedia dapat mereprentasikan inovasi dan teknologi kualitas Jerman. Managing Director H'afele lndotama Roland Poehlmann mengatakan, Hafele hadir di Indonesia sejak 1995 dan dikenal oleh para desain interior, perusahaan furnitur hingga dealer. Fokus sales di tahap awal kepada toko retail, produsen furniture hingga pengelola hotel dan apartemen.

“Selama ini kami mendukung industri furnitur lokal hingga mampu menghasilkan produk kualitas premium dan mampu bersaing di pasar global,” kata Roland.

Salah satu teknologi yang paling ditonjolkan adalah sistem laci berkualitas premium yang dirancang khusus, NovaPro Scala. Berbagai desain disesuaikan dengan keinginan pengguna. Ragam pilihan yang diberikan Scala menawarkan solusi yang sederhana dan dapat digunakan dalam waktu yang lama. Hafele  memberikan solusi untuk ruang terbatas dengan fungsi maksimalis. Desain ruangan tetap nyaman, terasa lega, tampil chic, dengan memanfaatkan seoptimal mungkin fungsi dari tiap furnitur. Dengan slogan ‘More life per m2’, menawarkan solusi furnitur untuk rumah tangga abad ke-21. 


 
 
 
Infonitas > Feature >

Cara Pengelola Mal di Pluit Kapuk Tarik Pengunjung

Rabu, 8 November 2017 | 14:30 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Adi Wijaya

Salah satu event di Baywalk Mall Pluit
Foto : Malik Maulana

Setiap pengelola mal memiliki cara tersendiri untuk tarik minat pengunjung. Salah satunya menggelar berbagai event hiburan setiap bulannya.

PENJARINGAN - Fenomena penutupan gerai di pusat perbelanjaan pada beberapa waktu belakangan ini dipicu oleh dua faktor. Petama perekonomian Indonesia sedang lesu. Kedua, gaya hidup konsumen beralih ke e-commerce. Berbagai cara dilakukan pengelola pusat perbelanjaan untuk menarik pengunjung dalam berbelanja. Event hiburan hingga promo besar-besaran kerap menjadi cara managemen mal dalam mendatangkan konsumen.

Seperti Baywalk Mall Pluit, pusat perbelanjaan yang berada di pinggir laut ini kerap menggelar kegiatan attractive pada setiap momen hari besar atau libur nasional. Misal, pada Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus lalu, ada acara pengibaran Bendera Merah Putih di tengah laut kemudian peluncuran fasilitas air. Publuc Relations Mall Baywalk Teofilus Okta Puspito mengatakan, pagelaran event berpengaruh dalam menggaet pengunjung. Setiap moment penting tak pernah diewatkan mall yang berada di sisi laut Jakarta ini.

"Event yang paling ditunggu para pengunjung Mall Baywalk seperti Imlek, Libur Sekolah, Natal dan HUT Kemerdekaan RI," kata Teo (sapaan Teofilus-red).

Event yang kerap digelar membuat Baywalk tidak pernah sepi pengunjung. Seluruh tenant pun tak pernah terdengar menurunnya omset penjualan. "Kami pikir pengunjung setia selalu meramaikan mall. Mereka selalu mencari kebutuhan sehari-harinya di sini. Apalagi saat weekend," kata dia.

Berbeda Halnya dengan Pluit Village. Pusat perbelanjaan yang paling dahulu beroperasi di kawasan Pluit Kapuk ini memiliki pengalaman pahit terkait sepi pengunjung. Marketing Communication (Marcom) Manager Pluit Village, Erlangga Agusta mengatakan, sempat mengalami penurunan secara drastis saat krisis moneter pada 2015 lalu.  Tidak sedikit pemilik tenant teriak kepada managemen mal lantaran sepi pengunjung.

"Waktu itu pernah sepi pengunjung. Hanya beberapa pengunjung saja yang mau mengunjungi mall ini," tutur Erlangga.

Namun, kondisi tersebut berhasil diatasi. Berangsur-angsur pengunjung terus merangkak naik. Para tenant pun kembali mempercayai managemen mal. Perubahan konsep dilakukan oleh pengelola mal. Kini, pusat perbelanjaan yang kerap disambangi oleh Nicholas Sean Purnama, putra sulung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini bukan sekadar lokasi berbelanja saja. Namun, berubah menjadi life syle dan hiburan bagi para pengunjung.

"Ada entertaint di mal. Pengunjung bisa mengajak teman, kerabat, rekan kerja, hingga keluarga datang ke mall," kata Erlangga.

Bicara soal animo kunsumen dalam berbelanja di mal, Pluit Village masih lebih tinggi ketimbang online shop. Tahun ini tercatat total pengunjung naik signifikan sebesar 7% ketimbang 2016 lalu. Kemudian dari 250-300 outlet terisi tenant. “Naik pada kisaran angka 50 ribu hingga 70 ribu pengunjung," kata Erlangga.

Sementara PIK Avenue. Pusat perbelanjaan yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk (PIK) yang baru berdiri 10 September 2016 lalu mengalami peningkatan jumlah pengunjung. Tercatat, pada rentang Januari – September 2017 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahu sebelumnya, jumlah pengunjung naik 30%. Angkanya mencapai 16.000 saat weekday dan 24.000 pengunjung saat weekend.

Zico R Hansakarya, Marcomm Manager PIK Avenue mengatakan, kenaikan tersebut  dipengaruhi oleh adanya program loyalty atau belanja spesial promo bagi pengunjung. Ditambah promo diskon dari tiap tenant. "Program loyalty itu misalkan, pengunjung yang berbelanja minimal sejuta mendapat voucher, tiket nonton, hingga barang elektronik," kata Zico.

Tak hanya program Loyalty, peningkat jumlah pengunjung mencapai 50% atau sekitar 27.000 – 28.000 saat managemen mal mengadakan event. Angka tersebut tergolog cukup baik untuk mal dengan luas leasebale area 30.000 meter persegi. "Event yang paling ditunggu para pengunjung seperti event pada moment lebaran, akhir tahun, natal, dan liburan sekolah," kata Zico.


 
 
 
Infonitas > Feature >

Mengintip Tren Desain Interior 2018

Rabu, 8 November 2017 | 13:45 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : R Maulana Yusuf

Desain Interior PT Cipta Graha (Ist)
Foto : istimewa

Desain interior pada 2018 masih akan berlaku konsep gaya minimalis. Namun, gaya america classic bakal mewarnai market pada tahun depan.

KELAPA GADING - Bangunan tempat tinggal tanpa penerapan detail interior, seakan kurang nyaman dihuni. Pada saat ini, masyarakat mulai sadar tentang pentingnya desain interior. Lantaran memiliki beragam manfaat. Seperti tampilan rumah terlihat fungsional dan tertata rapi. Kemudian, menambah rasa nyaman dan memberikan kesan positif pada setiap tamu. Serta, nilai jual dari rumah akan meningkat.

Pada 2017 komposisi tren interior 60% didominasi oleh Neo Classic dan 40% minimalis. Neo classic merupakan perubahan dari classic yang banyak ukiran dan warna lebih berani. Seperti emas menuju modifikasi arsitektur dan ornamen yang lebih simpel serta warna lebih kalem.

Dikutip dari hsbc.co.id, prediksi tren 2018 untuk desain interior akan mengarah ke rumah lengkap dengan home appliances yang bisa bekerja otomatis menyesuaikan kebutuhan. Misalnya, lampu otomatis yang diatur agar menyala perlahan untuk memastikan bangun pada waktu yang ditentukan,  hingga peralatan dapur yang saling terhubung dan dapat diatur melalui smartphone.

Kemudian, dari sisi dapur ada sentuhan elegan melalui warna hitam. Tak hanya pada rak dan meja, namun juga hitam metalik pada wastafel. Marmer sebagai penutup meja juga kembali hadir. Namun marmer menggunakan warna gelap dan tipis untuk memmberi kesan trendi dan modern pada dapur.

Tren warna interior di tahun 2018 akan didominasi warna-warni terang dengan kilau lembut dan cat jenis satin atau sheer. Beberapa warna yang diprediksi akan mendominasi interior adalah warna-warna alam seperti biru telur asin, ungu berry, kuning dan hijau limau, coklat muda almond, warna tanah, serta warna metalik, gemstone, dan emas.

Menurut salah satu penyedia jasa desain interior Elle Dacor, ada tiga motif wallpaper yang akan trend di 2018. Pertama, Pattern Clash, menggabungkan beragam pola dan warna dengan kontras dalam satu wallpaper. Kedua, Geometrics atau pola persegi empat dan persegi banyak, dan terakhir Art Forms, mencetak lukisan dan menjadikannya wallpaper. Seru kan, dinding rumahmu pun jadi seperti kanvas lukisan raksasa.

Furnitur era 1950an akan kembali ngetren pada tahun depan. Selamat tinggal furnitur minimalis bersudut khas Skandinavia. Milan Furniture Fair 2017 memprediksi gaya dekade 1950an akan hadir di tahun 2018, salah satunya lewat sofa panjang yang tebal dengan bentuk meliuk. Untuk pelapis sofa, materi beludru atau suede akan kembali, menggantikan pelapis linen atau kulit.

Sementara, Timothy Purnomo, Manajer Pemasaran Hafele Indotama mengatakan, 2018 tren desain interior akan mengarah ke American Classic. Ini sebagai bentuk transformasi dari Neo Classic. Banyak rumah di Amerika didominasi dari kayu dan batu serta permainan bahan kain pada gorden. Untuk warna menggunakan american classic, yakni agak sedikit lebih gelap seperti cokelat. 

“American classic ialah hampir sama dengan neo Classic hanya menggunakan budaya Amerika,” kata Timothy.

Berbeda halnya dengan Bambang Ekajaya. Pemilik Cipta Graha ini mengatakan tren 2018 akan tetap sama dengan tahun ini, yaitu minimalis. Sebab, konsep minimalis sejak 2005 hingga sekarang terus eksis. Tetapi desain minimalis tiap tahunnya berubah-ubah, lebih kreatif, dan banyak variasi.

Alasan masyarakat memilih desain rumah minimalis daripada gaya arsitektur lain, lantaran model rumah dengan gaya ini bisa membantu penghuni mendapatkan hasil yang maksimal dengan dana yang terbatas. Namun, model desain lainnya tidak menutup kemungkinan tetap menjadi pilihan masyarakat. Sebab, market untuk gaya Klasik, Kubisme, maupun Mediterania masih ada.

“Tetapi semua tren itu bebas si tergantung pemilik rumah, ditambah saat ini keterbukaan informasi semua tren dunia akan terbaca dan tren arsitektur dunia pun demikan, memang untuk saat ini tren masih Minimalis yang lebih ke arah modern," jelas Bambang.


 
 
 
Infonitas > Feature >

Menelusuri Kondisi Mal di Pluit

Rabu, 8 November 2017 | 12:45 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Farid Hidayat

Suasana Pluit Village
Foto : Malik Maulana

Pengelola pusat perbelanjaan harus dapat mengikuti perkembangan pasar saat ini. Sebab, masyarakat sekarang lebih suka selfi atau swafoto di manapun berada.

PENJARINGAN - Beberapa waktu lalu, Bank Central Asia (BCA) mengeluarkan riset tentang pusat perbelanjaan di Jabodetabek. Hasil survei perbankan milik PT. Djarum Tbk ini, menyatakan ada 10 pusat perbelanjaan mengalami penurunan penjualan dan 10 pusat perbelanjaan menanjak atau mengalami peningkatan penjualan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data yang diterima Info Pluit Kapuk, 10 pusat perbelanjaan di Jabodetabek yang mengalami keterpurukan atau dalam riset BCA tersebut dinamai Old Mall, yakni Metro Pasar Baru, Taman Palem Mall, Glodok Plaza, Mangga Dua Mall, Mangga Dua Center, ITC Cempaka Mas, Mangga Dua Pasar Pagi, ITC Roxy Mas, Pasar Atom, Harco Mangga Dua. Kesepuluh mal tersebut tingkat pertumbuhan penjualan (Sales Growth) mengalami minus atau penurunan sepanjang kuartal pertama tahun 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni (-) 59% hingga (-) 16%.

Sementara untuk 10 mal yang pertumbuhan penjualan mengalami peningkatan atau dalam riset tersebut disebut dengan Modern Mall, yakni Gandaria City 20%, Kasablanka Mall 18%, Mall Central Park 14%, Summarecon Mall Serpong 14%, Metropolitan Mall 13%, Plaza Indonesia 12%, Pondok Indah Mall 9%, Karawaci Supermal 9%, Grand Indonesia 9%, Puri Indah Mall 8%. Tingkat pertumbuhan itu, dilihat dari Quatal 1 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari hasil survei BCA tersebut, Mal yang berada di kawasan Pluit Kapuk, Jakarta Utara tak masuk dalam daftar. Bisa diasumsikan, empat pusat perbelanjaan yang berdiri di wilayah Kecamatan Penjaringan, seperti Emporium Mall Pluit, Pluit Village, Baywalk Mall Pluit hingga PIK Avenue berada di zona stabil, dalam artian tidak mengalami penurunan maupun peningkatan penjualan. Namun, dari semua itu, tim Info Pluit Kapuk beberapa waktu lalu menyusuri salah kedua mal tersebut saat weekdays sekitar pukul 13.00 WIB.

Dari hasil penyusuran pertama di Baywalk Mall Pluit, pusat perbelanjaan yang berada di pinggir laut ini tak begitu ramai pengunjung. Terlihat dari beberapa karyawan outlet-outlet di sana lebih banyak menganggur daripada melayani pembeli. Sejumlah karyawan outlet hanya berdiri sambil mengobrol sesama rekan kerja lainnya. Ketika ditanya, salah satu karyawan outlet aksesoris asal Jepang, Yohan Setiawan (27) mengatakan mal ini hanya ramai ketika hari Sabtu dan Minggu.

"Kalau di hari biasa paling kalau ada tanggal merahnya saja baru ramai. Kalau di hari biasa seperti ini paling kebanyakan penghuni apartemen," terang Yohan.

Selain itu, Linda Armita (45) penghuni apartemen Green Bay Pluit mengatakan hal sama. Saat hari biasa, Baywalk Mall Pluit tidak terlalu ramai pengunjung dan memang sepertinya kebanyakan dari penghuni apartemen yang biasanya belanja untuk kebutuhan makanan.

"Kalau saya ke sini buat beli belanja kebutuhan makanan karena kan disini ada supermarket jadi dari pada ke pasar mending langsung turun ke bawah," ungkap dia.

Hal yang sama juga terlihat di Pluit Village Mall. Pusat perbelanjaan yang lokasinya tak jauh dari Baywalk Mall Pluit ini juga terhampar pemandangan sepi pengunjung. Mal yang terletak di tengah pemukiman penduduk yang mayoritas peranakan Tionghoa, saat ini sedang ada event salah satu developer ternama yang sedang memamerkan unitnya. Salah satu pengunjung Herman S (45) warga Pluit mengatakan, saat ini datang ke Mal karena ada keperluan penting. Ketika ditanya soal sering tidak ke Pluit Village Mal, dia mengatakan sangat jarang dan menurutnya mal ini dilihatnya sedikit ramai.

"Ya saya jarang sekali kesini, jika ada urusan baru ke sini. Sekarang juga lagi sambil lihat ini ada pameran. Ya kalau dilihat lumayan ramai tempatnya," ujar Herman.

Namun, pendapat berbeda dilontarkan oleh salah seorang karyawan restoran yang berada di lantai 4 Imam (27). Pria ini mengatakan sepi kalau di hari sedangkan, saat akhir pekan selalu ramai dengan pembeli. “Cukup ramai kalau weekend apa lagi libur tanggal merah pasti ramai ditambah lagi kalau sabtu minggu ada event lumayan ramai," terang Imam.

Pengelola Mal Harus Melek Digital

Menanggapi kondisi mal saat ini, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Stefanus Ridwan memiliki pandangan berbeda. Direktur Utama (Dirut) PT. Pakuwon Grup Jati Tbk ini mengatakan, pertumbuhan sales yang menurun sebenarkan tergantung dari inovasi dari pihak pusat perbelanjaan. Dan, dia beranggapan pernyataan old mall atau mal tua yang mengalami penurunan tidak tepat. Sebab, Plaza Indonesia, yang merupakan pusat perbelanjaan kawakan mampu bertengger di jajaran mal yang pertumbuhan penjualannya mengalami peningkatan.

“Saya Cuma enggak setuju yang satu old mall dan satunya modern mall. Mestinya yang satu bisa menyesuaikan dengan situasi pasar yang sedang berubah (digital era),” beber Ridwan saat berbincang dengan Info Pluit Kapuk.

Lantas Ridwan menjelaskan, saat ini pengelola mal harus bisa mengikuti tren yang tengah berkembang di masyarakat. Era digital, semakin membuat orang cenderung memamerkan apa yang telah dilakukan dalam bentuk foto. Kemudian, meng-upload ke media sosial seperti instagram. Minimal, mal saat ini harus instagramable.

Selain itu, Ridwan juga memberikan tips agar mal tetap bertahan di tengah pesatnya pertumbuhan pusat perbelanjaan saat ini. Yakni, pengelola harus  meng-update seluruh informasi terkait mal melalui media sosial, bisa lewat instagram, facebook atau twitter. Tujuannya, agar masyarakat mengetahui kegiatan-kegiatan yang ada di pusat perbelanjaan tersebut. Misalnya, event musik, kuliner, bazar pakaian hingga diskon besar-besaran, bahkan tempat-tempat kuliner terbaru.

“Saat ini, masyarakat sedikit-sedikit update di media sosial. Lagi makan update, lagi jalan update. Jadi pengelola mal harus bisa tangkap ini. Selain itu, barang-barang yang dijual harus update. Jangan barang-barang lama yang dijual,” jelas Ridwan.

Berbeda halnya dengan Andy K. Natanael Vice President Director PT. City Sentul. Ia mengaku . pusat perbelanjaan yang sepi akibat ketatnya persaingan. Ditambah, jumlah pertumbuhan mal di Jakarta dari tahun ke tahun terus meningkat. Untuk itu, pengelolaan pusat perbelanjaan harus lebih jeli dan kreatif agar tetap memikat para pengunjung.

Adapun fenomena penutupan gerai di pusat perbelanjaan pada beberapa waktu belakangan ini dipicu oleh dua faktor. Petama perekonomian Indonesia sedang lesu. Kedua, gaya hidup konsumen beralih ke e-commerce.

Tanda-tanda pusat perbelanjaan akan mengalami kebangkrutan. Diantaranya, banyak toko furniture yang menyewa stan di mal, mengingat untuk membuka toko pasti membutuhkan ruang yang luas, maka harga sewanya turun. Kedua,  showroom mobil mulai masuk mal. Hal ini sama dengan toko furniture, alasannya persoalan space yang besar. Dan ketiga, toko alat ibadah juga mulai menyewa stan di mal, karena peruntukannya untuk menjual peralatan ibadah, maka pengelola mal memberikan harga sewa mal yang murah.