Infonitas > Depok > Kesehatan >

Bahaya Tidur Terlalu Lama, Stroke Salah Satunya

Minggu, 20 Agustus 2017 | 17:21 WIB

Editor : Ivan

Sumber : DBS

Ilustrasi - Tidur terlalu lama
Ilustrasi - Tidur terlalu lama
Foto : istimewa

Tidak hanya kurang tidur, tidur terlalu lama atau lebih dari delapan jam juga berdampak buruk bagi kesehatan

DEPOK - Sebagian besar orang sudah mengetahui dampak buruk  akibat kurang tidur. Tapi ternyata, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidur terlalu lama pun berbahaya bagi kesehatan. Tidur yang memakan waktu lebih dari delapan jam dalam sehari ternyata dapat meningkatkan risiko terkena stroke.

Dilansir dari Independent baru-baru ini, penelitian terakhir yang dilakukan Dr. Oluwaseun Akinseye dari Rumah Sakit Mount Sinai, New York, dan para koleganya menyebutkan, terlalu banyak tidur bisa memicu serangan stroke. Terlalu banyak tidur dalam penelitian tersebut adalah tidur yang melebihi waktu delapan jam, waktu ideal tidur dalam satu hari yang dianjurkan para dokter.

Pada penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa  risiko stroke karena kebanyakan tidur meningkat hingga tiga kali lipat pada mereka yang mengidap hipertensi. 

Kesimpulan dari penelitian itu didapat setelah Dr Oluwaseun beserta para koleganya menganalisa 204 ribu orang dewasa di Amerika Serikat. Mereka melakukan penelitian selama 10 tahun dan mengambil data dari  National Health Interview Survey.

Hasilnya, mereka yang secara rutin tidur lebih dari delapan jam, 14 persen lebih mungkin terserang stroke. Ini berarti hampir tiga kali lipat dibanding mereka yang yang tidur 7-8 jam saja sehari semalam, yang hanya punya risiko lima persen saja. Penelitian itu juga menemukan, mereka yang tidur kurang dari lima jam mengalami peningkatan terkena pendarahan otak sekitar 11 persen.

Sayangnya, penelitian tersebut belum secara detail menjabarkan korelasi antara terlalu banyak atau kekurangan tidur bisa berujung pada stroke. Kuat dugaan, mereka yang terlalu banyak tidur akan punya tingkat kebugaran yang lebih rendah dibanding mereka yang aktif bergerak.

Sebelumnya atau pada awal 2015 ini, penelitian dari University of Cambridge menyebut bahwa orang yang tidur lebih dari delapan jam per hari memiliki risiko terserang stroke 46 persen lebih tinggi. Peneliti mengikuti riwayat kesehatan 10 ribu orang yang berusia antara 42 hingga 81 tahun selama 9,5 tahun. 

Hampir 7 dari tiap 10 partisipan biasa tidur antara 6-8 jam per hari. Sementara 1 dari 9 orang dilaporkan biasa tidur lebih dari delapan jam dalam sehari. Selama penelitian itu berlangsung, 346 partisipan mengalami stroke baik yang fatal atau non-fatal. Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per hari hanya berisiko 18 persen terserang stroke. 

Demi menjaga kesehatan, orang dewasa dianjurkan tidur antara 6-8 jam dalam sehari. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak tidur bisa berujung pada berbagai masalah kesehatan seperti diabetes dan obesitas. Sementara kurang tidur bisa mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan kadar hormone stres seperti kortisol, yang bisa memicu munculnya hipertensi.