Infonitas > Cibubur > Properti >

Penjualan Properti Cibubur Meroket Sepanjang 2017

Selasa, 9 Januari 2018 | 18:30 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Ronald Tanoso

Salah satu hunian di Perumahan Metland Transyogi
Salah satu hunian di Perumahan Metland Transyogi
Foto : Lulus Nurhadi

Penjualan properti sepanjang tahun 2017 di wilayah Cibubur meroket tajam. Hal tersebut ditunjukan dengan positifnya penjualan hunian.

CIBUBUR - Sepanjang tahun 2017, penjualan properti di Tanah Air mengalami penurunan. Hal tersebut dibuktikan dengan data penjualan perusahaan properti yang tidak mencapai target.

Berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI), pada kuartal tiga (Q3) 2017 dengan responden para pengembang di 16 kota besar, diketahui pertumbuhan penjualan rumah turun dari 3,61 % menjadi 2,58 % dibanding kuartal sebelumnya.

Sang pemicu, lantaran terbatasnya permintaan. Kondisi penjualan yang masih lesu hanya mendongkrak kenaikan 0,5 % di kuartal ketiga dibanding 1,18 % pada kuartal kedua. Bahkan, penurunan penjualan akan berlangsung pada kuartal selanjutnya.

Masih dalam survei tersebut, lesunya pasar properti disebabkan berbagai faktor seperti bunga KPR (20,36%), persyaratan uang muka (16,57%), pajak (16,13%), perizinan (14,45%), serta kenaikan harga bahan bangunan (11,68%). Bahkan, lebih dari 76% konsumen masih mengandalkan kredit bank (KPR/KPA) untuk membeli rumah.

Pasar Lesu, Penjualan Meningkat ?

Kendati tahun 2017 pasar properti tengah lesu, namun sejumlah pengembang dan broker di Tanah Air mencatatkan penjualan yang cukup baik. Tak terkecuali, di kawasan Cibubur yang cukup besar dengan segala faktor pendorong di dalamnya.

Manager Sales and Promotion Perumahan Kota Wisata Liana Sari menyatakan, penjualan unit hunian menunjukan angka positif. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan telah mencapai target yang ditetapkan. “Target penjualan tercapai. Peminatnya, berimbang antara rumah dan komersial dari tipe kecil hingga tipe besar,” bebernya.

Disinggung pasar properti yang tengah lesu, kondisi tersebut tidak akan terpengaruh besar bagi Perumahan Kota Wisata. Pasalnya, mayoritas pembeli adalah end user atau pengguna langsung. Mereka kepincut produk rumah tinggal (housing) dan kawasan bisnis komersial.

“Daya tarik konsumen untuk memiliki hunian masih sangat tinggi. Kami yakin, penjualan properti akan terus meningkat baik untuk tempat tinggal maupun investasi,” jelasnya.

Meningkatnya angka penjualan properti juga dialami oleh Legenda Wisata. Unit hunian dibawah pengembang Sinar Mas Land ini laku keras di pasaran. Salah satunya produk Kota Wisata Commpark yang diluncurkan 2015 silam.

“Hingga akhir Desember 2017, unit hunian di Kota Wisata Commpark yang terjual mencapai 75 persen. Proses pembangunan dan penjualan seiring sejalan,” tutur Promotion Legenda Wisata Jamaludin Ardita.

Begitu juga dengan pembangunan kawasan bisnis yang berada di sisi timur perumahan Kota Wisata. Menurutnya, progres pembangunan  unit ruko sudah mencapai 80 persen. Sementara, untuk warehouse atau gudang sudah mencapai 75 persen. Dengan total keseluruhan 263 shophouses (ruko) dan 56 warehouse (gudang).

Meskipun demikian kata dia, target penjualan untuk tahun 2018 terus meningkat seiring tingginya permintaan pasar akan hunian residensial ataupun komersial seperti ruko.

Tak jauh berbeda, angka positif penjualan properti juga diungkapkan broker Century 21 Rasi Utama Citragrand. Apalagi, harga properti di kawasan ini cepat melambung tinggi beberapa tahun terakhir.

Konsumen berbondong-bondong membeli hunian baik rumah tapak, apartemen hingga ruko untuk bisnis.“Penjualan properti cukup tinggi karena merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Ditambahkan Team Leader Ray White Citragrand Cibubur Arif Sudrajat, besarnya penjualan properti dipicu lantaran pembangunan infrastruktur oleh pemerintah seperti pembangunan LRT, MRT, Tol Cimanggis Cibitung dan juga kedekatan akses dengan Tol JORR. “Pasar properti di Cibubur sangat besar. Begitu juga dengan penjualan hunian di kawasan ini,” tandasnya.