Infonitas > Cibubur > Profil >

Tita Sukmawati, Lestarikan Budaya Lewat Sanggar Tari

Rabu, 20 Sepember 2017 | 09:49 WIB

Editor : Dany Putra

Reporter : Ronald Tanoso

Teti Sukmawati
Teti Sukmawati. (Ist)
Foto : Ronald Tanoso

Tita Sukmawati jatuh bangun dalam menyalurkan bakat tarinya kepada masyarakat hingga sanggar tarinya menjadi ramai seperti saat ini.

JAKARTA – Bisnis yang menyenangkan adalah bisnis yang sesuai dengan minat dan hobi. Mungkin kalimat ini pantas dikaitkan dengan apa yang saat ini dijalani Tita Sukmawati, wanita kelahiran Jakarta 14 Juli 1965. 

Tak hanya ingin berperan sebagai ibu rumah tangga, wanita bergelar sarjana MIPA di salah satu institut terkenal di daerah Srengseng Sawah, Jakarta Selatan itu lantas mendirikan sebuah sanggar seni tari tradisional Indonesia.

Wanita yang akrab disapa Tita ini mengaku sangat nyaman dengan apa yang sudah dilakukannya saat ini. Pasalnya, bisnis yang dijalaninya itu merupakan salah satu hobi yang sudah digemarinya sejak masih duduk dibangku sekolah dasar.

Ibu 3 anak ini mengaku menggemari seni tari. Dirinya pertama kali mendirikan bisnis bimbingan belajar yang bergerak di bidang kesenian, khususnya seni tari tradisional Bali sejak tahun 2010. Namun, dalam menjalani usaha tempat les seni tari, dirtinya tidak langsung disambut antusias oleh masyarakat sekitar.

"Dulu awal buka memang masih sedikit peminatnya. Kalau tidak salah hanya sekitar empat murid saja. Beberapa tahun berjalan, akhirnya mulai banyak peminat. Apalagi banyak murid dari sanggar tari saya yang turut serta dalam kompetisi bergengsi baik lokal maupun internasional," ujar warga perumahan Legenda Wisata, Cibubur, Jakarta Timur.

Kini, hampir 7 tahun berjalan sanggar milik Tita sudah kebanjiran peminat. Bukan saja untuk anak-anak, tapi juga para orang tua dari anak-anak yang juga mulai banyak yang ikut belajar seni tari di sanggar miliknya yang terletak di Ruko Canadian Broadway CBE No.30.

Murid yang ikut bergabung disanggarnya pun bukan warga perumahan Kota Wisata saja, tapi juga warga di sekitaran Cibubur seperti Jonggol, Cileungsi bahkan Bogor.

"Senang rasanya bisa bermamfaat bagi orang banyak. Apalagi, tujuan awal saya mendirikan sanggar ini karena saya ingin sekali melestarikan seni tari tradisional milik bangsa kita. Jangan sampe budaya kita dicaplok lagi sama bangsa lain," tegasnya.