Infonitas > Cibubur > Laporan Utama >

Si “Yang Terlupakan”, Para Penghuni RPATKI

Rabu, 13 Sepember 2017 | 11:18 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Ronald Tanoso

Anak-anak yang menjadi korban pemerkosaan dan hubungan gelap orangtua. Mereka begitu saja dititipkan di RPATKI
Anak-anak yang menjadi korban pemerkosaan dan hubungan gelap orangtua. Mereka begitu saja dititipkan di RPATKI. (Ist)
Foto : istimewa

Mereka lahir dari rahim para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terlibat kasus pemerkosaan hingga hubungan gelap dengan para lelaki Timur Tengah.

CIKEAS – Kulit tubuhnya putih, berhidung mancung dan berperawakan tinggi besar. Mereka adalah belasan anak-anak keturunan Arab Saudi yang menjadi penghuni Rumah Peduli Anak Tenaga Kerja Indonesia (RPATKI) Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sungguh miris memang, anak-anak yang menghuni rumah penampungan tersebut berasal dari rahim perempuan Indonesia. Ya, mereka lahir dari rahim para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ketika sedang bekerja di luar negeri.

Mulai dari kasus pemerkosaan hingga hubungan gelap dengan lelaki Timur Tengah. Mereka begitu saja ditinggal dan dititipkan di Rumah Peduli Anak Tenaga Kerja Indonesia (RPATKI).

Dari belasan anak, paling dominan adalah anak laki-laki dan sisanya adalah perempuan. Demi kepentingan privasi, pihak penitipan anak tidak menyebutkan satu persatu identitas dari anak-anak ini.

Hanya saja kebanyakan dari mereka dalam kategori bayi dan balita. Mulai dari usia setengah tahun sampai 4 tahunan.

“Kebanyakan memang anak yang dititipkan disini masih usia balita dan merupakan hasil dari hubungan gelap orang tuanya bahkan ada juga yang mengaku diperkosa,” ujar Yudi Ramdhani, Manager Program RPATKI kepada tim Info Cibubur.

Pihaknya merasa prihatin atas nasib yang menimpa mereka. Sedari kecil, anak-anak tidak mendapat kasih sayang dari kedua orangtua. Terlebih saat ini marak kasus penjualan anak oleh sindikit tertentu.

“Semoga tempat seperti bisa menjadi solusi dari masalah tersebut," tandasnya.