Infonitas > Cibubur > Laporan Utama >

Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom Gereja di Duren Sawit

Selasa, 15 Mei 2018 | 18:01 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Ronald Tanoso

Pelaku penebar teror di Gereja Paroki Santa Anna Duren Sawit
Pelaku penebar teror di Gereja Paroki Santa Anna Duren Sawit (Ist)
Foto : istimewa

Pelaku teror bom gereja ditangkap di kediamannya di Kawasan Tambun, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (14/5).

DUREN SAWIT - Petugas Kepolisian Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur akhirnya berhasil mengungkap pelaku penebar teror yang menelpon adanya benda mencurigakan yang diduga bom di Gereja Paroki Santa Anna Duren Sawit pada Senin (14/5) kemarin.

Atas kejadian itu, sempat membuat Gereja Santa Anna Duren Sawit dilakukan penyisiran oleh tim penjinak Bom Gegana Polda Metro Jaya. Namun dari penyisiran tersebut tidak ditemukan adanya benda mencurigakan.

Dihadapan media, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Tony Surya Putra mengatakan, pelaku ditangkap di kediamannya di Kawasan Tambun, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (14/5) setelah kejadian tersebut.

"Pelaku kami amankan di rumahnya di kawasan Tambun, Bekasi," kata Kombes Pol Tony Surya Putra di Polres Metro Jakarta Timur, Selasa (15/5).

Menurut Tony, motif pelaku tak lain hanya iseng. Pelaku juga diketahui hanyalah seorang pengangguran. Selain itu M.I.A diketahui memang sering berkunjung ke kawasan Duren Sawit.

"Motifnya pengakuan pelaku ya iseng. Artinya dengan dia lakukan begini reaksinya gimana. Mungkin pelakunya seneng ini liat di televisi saya berhasil buat resah orang," katanya.

Atas perbuatan pelaku yang menembar teror hingga membuat masyarakat resah, pelaku terancam pasal berlapis yakni Pasal 45B Jo Pasal 29 UU RI Nomor 29 Tahun 2009 tentang perubahan atas undang-undang no. 11 tahun 2008 tentang ITE ancaman hukuman 4 tahun.

Serta Pasal 6 atau pasal 7 perpu nomor 1 tahun 2002 tentang pemberantas tindak terorisme dengan ancaman hukuman 20 tahun penjaran atau seumur hidup.

"Di samping itu kita terapkan uu pemberantasan tindak pidana terorisme. Ancaman hukuman bisa 20 tahun bahkan seumur hidup," tandasnya.