Infonitas > Cibubur > Laporan Utama >

Infrastruktur Berbenah, Penjualan Properti Melonjak

Jumat, 2 Maret 2018 | 15:48 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Ronald Tanoso

Proyek infrastruktur yang tengah digenjot oleh pemerintah yang melintasi kawasan Cibubur
Proyek infrastruktur yang tengah digenjot pemerintah yang melintasi kawasan Cibubur.
Foto : Ferico Anaska

Penjualan properti turut melonjak seiring pembangunan infrastruktur yang tengah gencar dilakukan pemerintah.

Pembangunan proyek infrastruktur seperti LRT, MRT memberi dampak positif bagi bisnis properti. Tak terkecuali di Cibubur. Konektivitas yang dibangun melalui ketersediaan infrastruktur mendorong aktivitas warga sehingga dapat tumbuh semakin pesat.

Tak terkecuali di Cibubur. Proyek Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi rute Cibubur-Bogor dinilai dapat menciptakan pusat pertumbuhan properti baru.

Pengamat Properti dan Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), Panangian Simanungkalit mengungkapkan, dukungan infrastruktur transportasi memberikan nilai tambah suatu kawasan. Terlebih, jika kawasan tersebut terbilang strategis untuk bisnis dan permukiman.

“Pembangunan infrastruktur transportasi di Ibu Kota dan sekitarnya seperti Light Rail Transit (LRT) akan berpengaruh besar bagi pertumbuhan bisnis properti ke depannya,” katanya, melansir Kompas.com (26/11).

Menurutnya, wilayah timur Ibu Kota seperti Cibubur diuntungkan dengan proyek infrastruktur. Apalagi, jika proyek LRT terintegrasi dengan sarana infrastruktur transportasi lainnya seperti Mass Rapid Transport (MRT), Jakarta Outer Ring Road (JORR) serta Kereta Api Bandara.

Pasar Incaran Pengembang

Alih-alih proyek infrastruktur belum rampung, banyak pengembang telah membangun hunian untuk kalangan end user ataupun investasi. Bukan tanpa alasan, mereka berani mengembangkan proyek bisnisnya hingga ke wilayah timur Ibu Kota karena besarnya pangsa pasar konsumen.

Perumahan Harvest City salah satunya. Belakangan, perumahan ini telah meluncurkan proyek new masterplan. Diikuti dengan gebrakan menata dan mengembangkan Harvest City lebih bagus. Langkah ini dilakukan untuk menarik lebih besar konsumen yang mencari hunian nyaman dan strategis.

“Kami menyediakan dana sekitar Rp 100 miliar untuk mempercantik kawasan sekaligus melengkapi fasiltas penunjang di dalamnya,” jelas Section Head Marketing Promotion Perumahan Harvest City Kiki Gustiar, saat berbincang hangat dengan majalah ini, pekan lalu.

Diakuinya, kehadiran beberapa proyek infrastruktur transpotasi yang tengah digenjot pemerintah dianggap memberikan dampak positif dari sisi penjualan produk properti. “Sudah pasti berpengaruh positif bagi pelaku bisnis properti dengan adanya proyek LRT, MRT, Tol Cibitung-Cimanggis,” bebernya. Pasalnya, hal tersebut memberikan kemudahan bagi konsumen saat hendak meninjau lokasi perumahan itu sendiri.

Saat ini, perumahan Harvest City tengah fokus membangun akses jalan pendukung menuju lokasi perumahan. Tak ketinggalan, fasilitas di dalam kawasan Harvest City skala Kota Mandiri. Semua ditunjukan bagi para penghuni agar memudahkan segala aktivitas keseharian.

“Semoga cepat rampung sehingga konsumen tertarik membeli hunian di Harvest City Kota Mandiri. Pasalnya kenaikan jumlah konsumen akan semakin terasa seiring dengan pembangunan akses dan fasilitas infrastruktur,” ujarnya.

Tak jauh berbeda, perumahan Legenda Wisata menyatakan, pembangunan infrastruktur transportasi tersebut akan sangat berdampak pada peningkatan angka penjualan produk properti.

“Sangat jelas bahwa faktor wilayah dan pendukung dari pembangunan infrastruktur menjadi nilai plus tersendiri bagi penjualan beberapa produk kami,” aku Promotion Legenda Wisata Jamaludin Ardita.

Dia mencontohkan, peningkatan sisi penjualan terlihat dari salah satu produk yakni ruko dan warehouse Kota Wisata Commpark. Sejak diluncurkan 2015 lalu, sekitar 75 persen unit habis terjual. Meski, proses pembangunan dan penjualan dilakukan bersamaan tetap saja minat konsumen terbilang tinggi.

“Pembangunan infrastruktur transportasi ditambah lokasi strategis perumahan menjadi faktor penentu meningkatnya penjualan properti. Kota Wisata Commpark dekat dengan akses Jalan Naragong yang menjadi jalur penghubung wilayah Cileungsi dan Bekasi,” tandasnya.