Infonitas > Cibubur > Famili >

Keluarga Ahmad dan Marlina Kompak Didik Buah Hati

Kamis, 19 Oktober 2017 | 18:25 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Ronald Tanoso

Keluarga Ahmad Nasrullah dan Marlina Gufron
Keluarga Ahmad Nasrullah dan Marlina Gufron
Foto : Lulus Nurhadi

Dalam mendidik buah hati, mereka kompak mengajarkan keteladanan dan disiplin. Selain itu, kejujuran, kebaikan dan keikhlasan tak luput diajarkan

CIBUBUR - Kalau jodoh tak kemana. Ungkapan yang cocok disematkan bagi pasangan satu ini. Ahmad Nasrullah dan Marlina Gufron tak menyangka bakal bersatu dalam ikatan keluarga. Keduanya pernah mengenyam pendidikan yang sama di Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Banten.

Selepas lulus pendidikan tahun 2000 silam, keduanya menjalani kehidupan masing-masing. Siapa sangka, takdir mempertemukan mereka melalui situs jejaring sosial.

“Pada tahun 2009, ami bertemu di Facebook. Dari situ saling berkirim pesan, bertukar nomor telepon dan melakukan kopi darat,” kenang Ahmad, pria yang kini menjadi suami Marlina.

Semenjak pertemuan tersebut, hubungan keduanya berlanjut lebih serius. Kala itu, Ahmad yang bekerja di Jakarta, sedangkan Lina, sapaan akrabnya bekerja di Bogor kerap menyempatkan waktu bertemu untuk melepas rindu.

“Kami memiliki komitmen serius satu sama lain,” kata pria kelahiran Serang, 11 Oktober 1980.

Tak membutuhkan waktu lama bagi kedua pasangan ini untuk mengikat janji suci. Pada 4 Juli 2010, mereka menikah di Masjid Baiturrahman Jakarta. Dihadiri oleh segenap keluarga dan para kerabat terdekat.

“Kami berpacaran sekitar 2,5 bulan kemudian memutuskan untuk menikah,” tambah Lina.

Setelah 7 tahun menjalani mahligai pernikahan, keluarga kecil ini telah dikarunia dua orang buah hati. Yakni si sulung Zahrina Nuur Khaleefa Ismail yang lahir pada 2011. Dan Muhammad Dzulhilmi Isma’il, lahir pada 2013 lalu. Keduanya telah duduk di bangku SD dan Playgroup di daerah Cikeas, Nagrak-Gunung Puteri, Kabupaten Bogor.

Dalam mendidik buah hati, mereka kompak mengajarkan keteladanan dan disiplin. Selain itu, kejujuran, kebaikan dan keikhlasan tak luput diajarkan. Orangtua sebagai role model harus memberikan contoh yang baik bagi anak-anak.

Begitu juga dengan pendidikan agama bagi buah hati. Pasangan ini menerapkan pola asuh sesuai tuntunan Rasulullah. Yakni, 7 tahun pertama dengan cara bermain, 7 tahun berikutnya mendekatkan diri menjadi teman dan 7 tahun berikutnya memperlakukan mereka selayaknya orang dewasa.

“Keluarga merupakan amanah dari Tuhan YME. Kami berdua berkomitmen untuk saling menjaga satu sama lain dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak,” pungkasnya.