Infonitas > Cibubur > Famili >

Keluarga Agung dan Retno Utamakan Pendidikan Agama

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 10:58 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Ronald Tanoso

Keluarga Agung dan Retno
Keluarga Agung dan Retno
Foto : istimewa

Dalam mendidik kedua buah hati, pasangan ini menekankan pentingnya pendidikan, khususnya agama. Mereka percaya, anak-anaknya akan menjadi pribadi yang sant

CIBUBUR - Meski menjalin hubungan jarak jauh, tak menjadi kendala bagi pasangan ini untuk menyatukan cinta. Retno, panggilan akrab Henrika Retno Kusumawardani Mulyaningrum menjalin hubungan serius dengan Agung. Laki-laki yang dikenalnya dari seorang sahabat.

Kala itu, Retno masih mengeyam pendidikan kedokteran di daerah Jember, Jawa Timur. Sementara Agung, telah bekerja di Jakarta. Jarak dan waktu tak memudarkan cinta keduanya. “Sesekali, Agung mengunjungi saya ke Jember," ujar Retno, saat berbincang hangat dengan tim Info Cibubur.

Jodoh memang tak kemana. Setelah lulus pendidikan kedokteran, perempuan asal Ngawi, Jawa Timur ini diterima bekerja di Kota Bogor. Momentum itu menjadikan hubungan keduanya semakin serius.  Tanpa menunggu lama, pada 21 Juni 2008, keduanya melangsungkan pernikahan di kampung halaman sang istri.

Setahun membangun bahtera rumah tangga, mereka dikarunia seorang anak laki-laki bernama Gabriel Jericho Kayana Wistara. Tiga tahun setelah kelahiran Richo, panggilan akrabnya, Retno dan Agung kembali mendapat momongan. Bayi laki-laki yang diberi nama Michael Jehuda Adibrata Wardhana. Keluarga kecil ini hidup bahagia dan menetap di Cibubur, Jawa Barat.

Dalam mendidik kedua buah hati, pasangan ini menekankan pentingnya pendidikan, khususnya agama. Mereka percaya, anak-anaknya akan menjadi pribadi yang santun. “Saya percaya pendidikan agama itu modal penting untuk anak-anak. Saya yakin karena sudah merasakan sendiri,” tegas Retno, yang kini bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit wilayah Cibubur.

Lebih dari itu, dengan bekal pendidikan yang kuat, memudahkan anak-anaknya untuk meraih masa depan. Dia tidak mau memanjakan mereka dengan memberikan harta yang berlimpah. "Kejarlah pendidikan setinggi mungkin. Dengan pendidikan itu menjadi modal bagi kita untuk bisa bertahan,” ujarnya.

Diakui Retno, meski dirinya disibukan dengan pekerjaan dokter namun tak mengurangi peran sebagai ibu rumah tangga. Dia tak pernah lelah memberikan kasih sayang kepada keluarga. Termasuk memperhatikan tumbuh kembang anak-anak.

“Sesibuk apapun pekerjaan kantor, sebisa mungkin saya menyisihkan waktu untuk keluarga. Berkomunikasi langsung dengan anak-anak di rumah,” terangnya. Beruntung, jarak antara tempat bekerja dan tempat tinggal tidak terlalu jauh.

Bagi dia, keluarga adalah segalanya. Penyemangat hidup saat menjalani masa-masa sulit. Tanpa kehadiran mereka, hidup terasa hampa. "Keluarga adalah penyemangat hidup, khususnya anak-anak. Semua rasa, baik suka duka itu akan kembali kepada keluarga," pungkasnya.