Infonitas > Bekasi > Laporan Utama >

Wakil Wali Kota Bekasi Sampaikan Latar Belakang Perubahan APBD TA 2018

Jumat, 5 Oktober 2018 | 11:37 WIB

Editor : Oktaviani

Reporter : Leny Kurniawati

Rapat membahas latar belakang perubahan APBD TA 2018 Kota Bekasi.
Rapat membahas latar belakang perubahan APBD TA 2018 Kota Bekasi.
Foto : Leny Kurniawati

Wakil Wali Kota bekasi, Tri Adhianto menyampaikan latar belakang perubahan APBD TA 2018.

BEKASI - Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Perubahan Pendapatan dan belanja Daerah TA 2018 pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi yang dilaksanakan di Kantor DPRD Kota Bekasi.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD H. Tumai, SE, tiga orang Wakil Ketua DPRD yaitu H. Edi, S.Sos. I, Drs. H. Heri Koswara, MA, Irman Firmansyah, SH, MH. Turut hadir dari jajaran eksekutif Pj.Sekretaris Daerah, Para Staff Ahli, Para Asda, Pejabat Eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi serta para tamu undangan lainnya.

Wakil Wali Kota bekasi, Tri Adhianto menyampaikan latar belakang perubahan APBD TA 2018 misalnya, asumsi sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) tahun 2018, adanya pergeseran belanja program kegiatan adanya koreksi bantuan keuangan dari pemprov DKI jakarta.

"Kebijakan umum perubahan APBD dan prioritas dan palfon anggaran sementara perubahan APBd TA 2018 secara umum belanja diarahkan antara lain untuk peningkatan pelayanan dasar pendidikan, kesehatan, fasos fasum yang layak, mengatasi kemacetan dan antisipasi banjir, perhitungan ulang atas kebutuhan anggaran gaji dan tunjangan PNS serta pengaplikasian anggaran belanja operasional sekolah yang bersumber dari dana Bos Pemerintah Pusat," kata Tri kepada infonitas.com, Jumat (5/10/2018).

Tri menambahkan, terkait gambaran singkat dari nota keuangan perubahan APBd TA 2018, dimana pendapatan ditargetkan 5.12 Triliyun Rupiah lebih yang berkurang sebesar 258,39 Miliyar Rupiah lebih dari anggaran sebelumnya 5,38 Trilyun rupiah lebih. Terdiri dari PAD ditargetkan 2,28 Triliyun berkurang sebesar 150,12 Miliyar rupiah dari target 2,43 Triliyun rupiah lebih. Dana perimbangan ditargetkan sebesar 1,68 Triliyun Rupiah lebih bertambah 1.94 Mliliyar dari target 1, 67 Triliyun. Lain lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar 1.166 Triliyun rupiah lebih mengalami penurunan sebesar 110, 21 Miliyar dari target sebelumnya sebesar 1,276 Triliyun.

"Saya terimakasih kepada badan anggaran DPRD atas pemikiran, dedikasi, kerjasama, dan kearifannya dalam menyelesaikan kebijakan umum perubahan APBD prioritas, serta platform anggaran sementara," kata Tri.

Tri berharap, agar kerjasama dengan badan anggaran DPRD dapat terus ditingkatkan, mengingat waktu yang tersisa hanya dua bulan.