Infonitas > Bekasi > Laporan Utama >

Teknologi Pengolahan Sampah, Aspal Di Bekasi Pakai Sampah Plastik

Kamis, 14 Sepember 2017 | 16:03 WIB

Editor : Fauzi

Sumber : DBS.

TPST Bantar Gebang
Ilustrasi TPST Bantar Gebang.
Foto : istimewa

Kemampuan untuk memakai sampah plastik untuk campuran aspal, merupakan bagian dari pengusaan teknologi pengolahan sampah.

BEKASI – Jika tidak ada aral melintang, pada Oktober mendatang Kota Bekasi mendapat kehormatan untuk ujicoba aspal dengan campuran plastik yang diklaim memiliki daya tahan lebih bagus. Ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah untuk mengolah sampah menjadi energi listrik dan aspal.

Indonesia sendiri menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan produksi sampah yang banyak dan mencemari lingkungan, termasuk laut. Selain itu, Bank Dunia juga melansir, biaya yang dikeluarkan Indonesia untuk mengolah sampah baru 5-6 Dollar Amerika per orang per tahun. Sementara idealnya 10-15 Dollar Amerika per tahun.

Selain itu, Indonesia juga menggandeng empat negara yang memiliki kacakapan dalam penanganan dan pengolahan sampah, yakni Swedia, Finlandia, Denmark dan Norwegia. Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, keempat negara itu memiliki pengetauan dan pengalaman yang bisa bermanfaaat bagi Indonesia.

"Nantinya Indonesia akan berhasil  menghadapi kendala manajemen sampah baik dari aspek pendanaan maupun pendekatan politis," ujar Luhut.

Dengan belajar dari negara lain, Indonesia diharapkan dapat mengusai teknologi pengolahan sampah, termasuk sampah plastik, sekaligus mengurangi jumlah sampah mencapai 70 persen di tahun 2025.