Infonitas > Bekasi > Laporan Utama >

Prostitusi Terselubung di Apartemen Center Point Kayuringin Kota Bekasi

Kamis, 11 Oktober 2018 | 09:15 WIB

Editor : Oktaviani

Reporter : Leny Kurniawati

Tiga terduga perantara dalam praktek prostitusi terselubung di Apartemen Center Point Kayuringin Kota Bekasi.
Tiga terduga perantara dalam praktek prostitusi terselubung di Apartemen Center Point Kayuringin Kota Bekasi.
Foto : Leny Kurniawati

Polisi menahan tiga terduga praktek prostitusi terselubung di Apartemen Center Point, Bekasi.

BEKASI - Diduga menjadi perantara dalam praktek prostitusi terselubung di Apartemen Center Point Kayuringin Kota Bekasi, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, yakni Mustakim, Saputra dan Jenio.

Ketiganya diduga ikut memfasilitasi para lelaki hidung belang yang ingin mendapatkan pelayanan seks dengan cara menawarkan jasa Pekerja Seks Komersil (PSK) melalui media jejaring sosial (Medsos), sekaligus menyediakan kamar untuk berkencan.

Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP. Jairus Saragih, para pelaku menawarkan jasa PSK melalui account jejaring sosial bernama BIO.

“Mereka menawarkan sistem open booking untuk mengencani PSK di Apartemen Center Point dengan tarif Rp500 ribu hingga Rp800 ribu rupiah untuk sekali kencan,” ungkapnya kepada infonitas.com, Rabu (10/10/2018).

Lanjut Jairus, dalam razia penggerebekan yang dilakukan sebelumnya, Sabtu (6/10) pihaknya mengamankan 20 orang PSK, tetapi kemudian dibebaskan.

”Menurut pengakuan para tersangka, praktek tersebut sudah mereka lakukan, dan kita akan terus merazia sesuai perintah Kapolres,” katanya.

Dari ketiga tersangka disita barang bukti uang sebesar tiga juta lima ratus ribu rupiah, 1 handphone merk Xiaomi, 2 handphone merk Vivo, dan 3 buah dompet milik para tersangka.

“Berdasarkan keterangan saksi dan pelaku,  para tersangka bisa dikenakan kejahatan terhadap kesopanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 296 atau 506 KUH Pidana, dengan ancaman 4 tahun penjara,” pungkasnya.