Infonitas > Bekasi > Laporan Utama >

Depo LRT Berpotensi Menjadi Titik Macet Baru di Kota Bekasi

Kamis, 7 Desember 2017 | 16:19 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Indah Mulyanti

Yayat Supriatna
Yayat Supriatna.
Foto : Indah Mulyanti

Perlu penataan sistem transportasi yang saling terintegrasi di Kota Bekasi. Termasuk juga Depo LRT yang akan mulai dikerjakan tahun depan.

BEKASI – Selain mengerek prestise Kota Bekasi, pembangunan proyek transportasi massal Light Rail Transit (LRT) juga berpotensi menimbulkan masalah baru. Ini terkait dengan kemacetan yang mungkin ditimbulkan dari keberadaan Depo LRT, akibat penumpukan kendaraan. Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi sekaligus Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna.

Menurutnya, tingkat kemacetan di Kota Bekasi bisa berkurang dengan hadirnya LRt. Namun, bisa salah tata kelola transportasi, bisa menyebabkan penumpukan kendaraan di sekitar Depo LRT.

"Harus ada perencanaan master plan transportasi massal yang terintegrasi kesetiap tempat berkumpulnya orang banyak, khususnya di tempat pemberhentian Depo LRT," ujar Yayat kepada infonitas.com, Kamis (06/12).

Yayat mengatakan, dirinya mengapresiasi program Pemerintah Kota Bekasi yang akan merencanakan konsep Bekasi Radid Transit (BRT), terintegrasi di setiap titik pusat perekonomian Kota Bekasi. "Trans Patriot merupakan konsep BRT Pemerintah Kota Bekasi untuk mengurangi tingkat kemacetan," paparnya.

Ia menambahkan, dirinya berharap rancangan titik pemberhentian Trans Patriot ini bisa disinergikan dengan pusat keramaian baru di Kota Bekasi, salah satunya Depo LRT untuk mengurai kemacetan.