Infonitas > Bekasi > Laporan Utama >

100 Hari Kerja, Wali Kota Bekasi Blusukan Dibeberapa Daerah

Rabu, 10 Oktober 2018 | 17:04 WIB

Editor : Oktaviani

Reporter : Leny Kurniawati

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi melakukan blusukan di beberapa wilayah.
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi melakukan blusukan di beberapa wilayah.
Foto : Leny Kurniawati

Wali Kota bekasi, Rahmat Effendi melakukan blusukan di sejumlah daerah dalam rangka 100 hari kerja.

BEKASI – Kunjungan Kerja Lapangan program 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi yang kelima di Kecamatan Pondok Melati. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi melakukan blusukan dengan menggunakan motor trail.

Didampingi beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diantaranya, Plt. Kepala Dinas BMSDA, Arief Maulana, Plt. Kadinkes, Tanti Rohilawati, Camat Pondok Melati, Ika Indah Yati, Sekretaris Kecamatan Pondok Melati, Andy Frengky dan segenap Lurah se- Kecamatan Pondok Melati.

Mengawali kunjungan pertama, melewati pasar Kecapi, Wali Kota menuju titik pertama ke Perbatasan Kecamatan Pondok Melati dengan Provinsi DKI Jakarta di Perumahan Mabes Hankam. Kemudian melihat perbatasan untuk kali antara Kecamatan Pondok Melati dan Provinsi DKI Jakarta yang terselip apabila ada yang sudah tidak aktif.

“Saya mengintruksikan kepada dinas BMSDA, menelusuri dan menormalisasikan kali tersebut agar dampak bagi warga tidak banjir dan terus mengalir, termasuk juga beberapa jalan rusak yang harus diperbaiki,” kata pria yang akrab disapa Pepen ini.

Setelah itu, pihaknya melanjutkan perjalanan ke perumahan yang dilaporkan warga sering banjir, di Jalan Taruma Negara Kelurahan Jatiranggon.

Pepen memanggil Kepala UPTD DBMSDA Pondok Melati, Faisal untuk mengukur area yang sering banjir, serta menginstruksikan perbaikan saluran yang ada agar dinormalisasikan.

Tak hanya itu, pihaknya juga ikut meninjau, dua titik lahan untuk Puskesmas di Kecamatan Pondok Melati yang pertama di area Spring Garden Residence samping Kelurahan Jatimurni. Pepen beserta rombongan juga bertemu dengan pengelola residence serta meminta 1.000 meter lahan kosong yang tepat berada di belakang Kelurahan Jatimurni guna dibuatkan Puskesmas Jatiwarna.

“Ini untuk kepentingan warga, jadi tidak bisa berpikir kepentingan sendiri, penentuan dua titik puskesmas ini merupakan hasil kerja lapangan bersama," kata Pepen.

Bahkan, folder air yang berada di dalam area Masjid Baitul Haq Puri Gading Kelurahan Jatimurni, pihaknya menilai perbaikan saluran menjadi titik tandon air. Kemudian nantinya dibangun tandon air agar mengurangi dampak banjir di perumahan tersebut.

Pepen bersama rombongan meneruskan perjalanan menuju titik macet yang sering di alami oleh warga, yakni Pertigaan Sumir yang setiap sore menjadi titik macet. Hal ini akan di lakukan perluasaan area di sekitar pertigaan sumir oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya air Kota Bekasi, yang diintruksikan langsung oleh Pepen untuk melakukan pengukuran serta pembebasan wilayah.

Diakhir kunjungan di Pasar Baru Pondok gede yang baru saja dibangun untuk pengelolaannya, Pepen juga sempat masuk kedalam untuk melihat penataannya serta menelpon Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi agar berkoordinasi dengan Dinas perhubungan supaya dibangun juga sub terminal di pasar tersebut.